Paris, (berita2.com) : Prancis telah menawarkan untuk membuka kantor tetap di Korea Utara, tapi negara itu memerlukan waktu lama untuk mengadakan hubungan diplomatik penuh, seorang utusan khusus Presiden Nicolas Sarkozy ke Pyongyang mengatakan, Rabu (16/12).
Jack Lang, yang telah bertemu dengan sejumlah pejabat senior dalam lawatannya ke Pyongyang belum lama ini, menambahkan Prancis sedang menunggu jawaban atas tawarannya itu. Langkah selanjutnya ke arah hubungan bilateral penuh tergantung pada kemajuan dalam masalah nuklir Korea Utara.
"Usulan kami adalah untuk membuka di Pyongyang struktur permanen bagi kerjasama kemanusiaan, kebudayaan dan bahasa," jelas Lang pada wartawan setelah memberikan pemaparan mengenai hasil lawatannya pada para anggota parlemen.
"Kami telah meneruskannya. Kami menunggu jawaban sebelum hari Natal atau awal tahun depan," katanya.
Lang menjelaskan, Prancis dan Estonia hanyalah dua negara anggota Uni Eropa yang tidak mengakui negara Korea Utara. Sikap Prancis itu merupakan warisan keputusan yang diambil pada saat tahap aktif dari Perang Korea pada 1950-an.
"Tidak dapat dibayangkan bahwa pengakuan atas negara itu akan terjadi dengan segera.Tahap berikutnya (dalam persesuaian diplomatik) hanya akan mungkin jika ada perkembangan positif dalam masalah nuklir," kata Lang.
Korea Utara mengindikasikan Jumat, negara itu siap untuk mengakhiri pemboikotan satu tahun lamanya atas perundingan nuklir, menyusul pembicaraan dengan utusan AS yang berusaha untuk menghidupkan kembali perjanjian pelucutan senjata-untuk-bantuan.
Lawatan Lang ke Pyongyang terjadi sebelum perkembangan tersebut. Ia mengatakan tidak ada rencana baginya untuk melakukan lawatan kedua ke Pyongyang.(*un)





















