Kopenhagen, (berita2.com): Polisi Denmark Senin menyerbu demo besar di Kopenhagen, menembakkan gas air mata dan menahan 210 pelaku demonstrasi yang membentuk barikade, kata polisi.
Polisi menghadapi bom-bom molotov para demonstran ketika mereka bergerak untuk mengatasi kebakaran, pada saat para menteri dari seluruh dunia berkumpul untuk menghasilkan kesepakatan guna mengatasi perubahan iklim.
Polisi dengan anjingnya memasuki kafe Christiania, menahan 210 orang di sana, kata juru bicara polisi, Henrik Suhr, kepada AFP.
"Kami masukkan ke Christiania untuk membubarkan orang-orang yang membentuk barikade, menyalakan api di jalan-jalan dan melemparkan bom-bom molotov kepada para petugas polisi, sebelum diungsikan di Christiania," katanya.
Sejumlah besar aktivis iklim dari Denmark dan luar negeri ikut ambil bagian dalam pesta `kota bebas` Kopenhagen di Christiania. Tempat itu adalah penampungan hippies dan para seniman sejak tahun 1970-an.
Seorang saksi mata yang diwawancarai TV2 News mengatakan, polisi membendung semua pintu keluar Christiania, dan kemudian melepaskan tembakan gas air mata serta menyerbu tenda-tenda di mana pesta itu dilangsungkan.
Orang-orang yang ditahan segera dibawa ke dalam bus-bus, yang membawa mereka ke tempat penahanan khusus di luar Kopenhagen, yang didirikan oleh polisi untuk kepentingan KTT.
Polisi pada Senin pagi menahan 17 orang dalam aksi unjuk rasa yang diikuti sekitar 1.000 aktivis iklim. Mereka menuntut dibukanya perbatasan-perbatasan untuk para pengungsi iklim.(*/wan)