Brussels, (berita2.com): Resesi yang terdalam di Eropa sejak Perang Dunia II secara resmi telah berakhir pada Jumat karena blok perdagangan terbesar di dunia itu berhasil kembali ke pertumbuhan setelah lima kuartal produksinya menyusut.
Baik untuk kawasan eurozone yang mencakup 16 negara maupun Uni Eropa (UE) yang mencakup 27 negara, yang secara keseluruhan menjadi kediaman setengah miliar orang itu telah tumbuh 0,4 persen bagi eurozone dan 0,2 persen bagi UE di kuartal ketiga.
Pertumbuhan 0,7 persen di Jerman merupakan yang paling tinggi di Eropa dan pertumbuhan 0,3 persen di Prancis telah mendorong bangkitnya kembali eurozone.
Perekonomian 16 negara telah menyusut 0,2 persen antara April hingga Juni setelah pernah kolaps 2,5 persen di kuartal pertama tahun ini.
Namun Inggris yang berada di luar eurozone masih dalam pertumbuhan negatif 0,4 persen bersamaan Spanyol minus 0,3 persen yang telah menekan angka itu, demikian data yang diungkapkan kantor statistik Eropa Eurostat.
Tingkat pertumbuhan membandingkan dengan perbaikan 0,9 persen di perekonomian AS kuartal ketiga.
Brussels mengeluarkan data itu berdasarkan input nasional dari 17 negara UE, dengan10 negara yang menunjukkan pertumbuhan dan tujuh negara masih menyusut.
Di antara negara yang pertumbuhannya signifikan, Italia menunjukkan pertumbuhan 0,6 persen. Sedang Polandia yang telah menunjukkan kenaikan 0,7 persen di kuartal kedua dan 0,1 persen antara Januari dan Maret belum mengeluarkan datanya.
Lithuania, bekas bagian Sovyet di Baltik mencatatkan kenaikan tertinggi menjadi 6,0 persen -- pembelokan terbesar dari kontraksi 7,7 persen pada kuartal sebelumnya.
Setelah lima kuartal penurunan produksi, para ahli ekonomi memperingatkan tingkat pengangguran yang tinggi di seluruh 27 negara blok UE -- sekarang lebih dari 22 juta orang berdasarkan perhitungan terakhir -- akan menghentikan ekspansi UE untuk beberapa saat seiring melemahnya dolar AS.(*ek)