
berita2.com: Dikala suami atau pacar sedang berada di medan perang untuk membela negaranya, para wanita ini berpenampilan ala 1950-an untuk tampil di kalender. Tujuan mulianya adalah mendapatkan uang tunai bagi para prajurit yang terluka. Para wanita dalam kalender itu tampil seindah mungkin, ada yang memamerkan paha dan dada.
Antusiasme para wanita ini sangat tinggi, bahkan dilaporkan lebih dari 300 wanita menawarkan diri mereka untuk dipotret dan tampil di kalender. Peta Tod (di halaman bulan February) misalnya, tampil tanpa baju, dadanya ditutup dengan bendera Inggris, Union Jack. Sementara kedua pahanya dibiarkan terbuka.
Gadis lainnya, Rosie Burke (di lhalaman bulan April), mengambil posisi tiduran dengan membiarkan belahan dadanya terlihat lebar, sementara kakinya diangkat tinggi dengan mengenakan stoking sebatal setengah paha. pangkal pahanya dibiarkan terbuka. Di halaman bulan Juli, ada Lucy Waddington yang tampil dengan bikini merah.
Salah satu kisah antusiasme ditunjukkan Lucy Jerwood, 31 tahun,bersuamikan Sersan Philip Jerwood, 34 tahun, yang selamat dari dua serangan bom di Irak, sangat lega suaminya pulang ke rumahnya di Inggris. Lucy sampai menjual mobil keluarga mereka untuk membantu membayar tagihan pencetakan kalender. Demikian disiarkan dailymail tentang salah satu kalender 2012.
"Aku salah satu yang beruntung, suami saya pulang dalam keadaan utuh," katanya. "Tapi begitu banyak laki-laki kembali ke keluarga dengan luka mengerikan. Kami ingin melakukan apa yang kami bisa untuk membantu dan beberapa 'gadis cantik' bisa membantu untuk mengumpulkan uang, dan itu bagus."
Sersan Jerwood, Insinyur Listrik dan Mekanik menceritakan bagaimana lolos tragedi pertama di Juli 2007 saat bertugas di Irak. Kala itu ia sedang bertukar pekerjaan dengan teman baiknya dan juga rekannya, Kopral Darren.

Darren yang masih berusia 25 tahun, dijuluki 'Daz', dari Irlandia Utara, adalah sedang memperbaiki kendaraan di Istana Basra dimana terdapat pangkalan Angkatan Darat di jantung kota, di mana Phil semula ditugaskan. Daz terbunuh oleh pecahan peluru dari serangan mortir.
Dua minggu kemudian Philip yang sedang patroli dengan kendaraan lapis baja diserang oleh sebuah bom yang diletakkan di pinggir jalan.
Namun ia selamat berserta semua orang di kendaraan tersebut.
"Phil tidak keberatan saya menggunakan kas kami dari mobil untuk mendapatkan kalender dan berjualan," kata Lucy Jerwood. "Kami berharap mendapatkan sponsor besar, tapi keadaan ekonomi saat ini nampaknya tidak semudah itu untuk mendapatkan uang dengan mudah dan cuma-cuma."
Sungguh cara yang inovatif untuk membantu para veteran yang memerlukan uluran tangan.





















