berita2.com Sabtu, 04 September 2010

 
You are here: Home Internasional Eropa
Banner

Eropa

Pekerja Puasa Dipecat

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Roma): Pekerja muslim di Italia dilarang berpuasa selama Ramadan. Larangan tersebut dikeluarkan Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia. Mereka mengharuskan pekerja di ladang, termasuk Muslim, untuk tetap makan dan minum selama Ramadhan dengan alasan kesehatan. Jika tak patuh, mereka akan dipecat.

Peraturan itu dikeluarkan di Kota Mantufa, Italia Utara. Serikat Buruh Pusat di negeri tersebut pun menyepakati peraturan tersebut. Mereka beralasan, peraturan berdasarkan rancangan perundangan yang mengharuskan pekerja pada siang hari untuk banyak minum.

Jika mengonsumsi sedikit air di musim panas, maka dapat berisiko terkena bahaya sengatan matahari atau bahaya kekeringan serta mengakibatkan hal-hal yang membahayakan kehidupan. Itu karena cuaca panas yang sangat terik di negeri itu saat Ramadhan, lebih dari 30 derajat Celcius. Mereka menganggap dengan waktu puasa yang lebih dari 16 jam, pekerja akan tidak bertenaga.

"Para buruh yang menolak minum selama Ramadhan menciptakan persoalan yang perlu diperhatikan. Ini untuk kesehatan mereka, karena cuaca lebih dari 30 derajat celcius," ujar Komite Keselamatan Kegiatan Pertanian Italia, Roberto Cagliari, seperti dikutip Muslimdaily.com. Peraturan ini sangat tidak masuk akal, terlebih dikeluarkan menjelang Ramadan, bulan di mana umat muslim sedang dalam ghirah tertinggi untuk mengumpulkan pahala melalui ibadah wajib dan sunnah.

Peraturan itu adalah salah satu tantangan muslim di Italia saat menjalankan ibadah puasa di negeri yang mayoritas Katolik. Muslim di negeri itu adalah minoritas, dan tidak ada pengakuan negara terhadap Islam sebagai agama yang berdaulat. Pemerintah Italia pun tidak mengizinkan muslim membuat stasiun televisi atau radio yang khusus menyiarkan program-program dan acara-acara islami. Pemerintah Italia juga melarang muslim di sana menguburkan jenazah secara Islam, kecuali di kota Roma.

Dr. Abdul Wali As-Syamiri, seorang imigran Yaman di Roma, seperti dikutip dari situs KMM Mesir, mengatakan, selama di Italia dia tidak merasakan suasana Ramadan yang khas seperti di negerinya. Rasa rindu akan keluarga kerap menghampirinya, yaitu saat kebersamaan berbuka puasa.

Syamiri harus menjalankan puasa seadanya di Roma. Tanpa keluarga, tanpa makanan spesial Ramadan, dan tanpa lantunan azan atau acara religi di televisi. Meski demikian, dia masih bisa melaksanakan segala ibadah ritual Ramadan. "Kami bisa rutin melakukan salat lima waktu, tarawih, serta salat jamaah lainnya di Masjid Agung Roma," paparnya.

Pada bulan suci ini, biasanya orang Muslim di Roma, yang kebanyakan imigran, masih dapat menghidupkan malam-malam Ramadhan. Mereka bertilawah, salat malam dan iktikaf di Masjid Agung Roma.

Mesjid ini merupakan satu-satunya tempat yang bisa diandalkan untuk berbagai ibadah dan kegiatan muslim Italia. Lokasinya pun jauh dari permukiman muslim. Kebanyakan jamaah berasal dari luar kota, hanya sebagian kecil yang berasal dari sekitar masjid.

Sayangnya, suasana ini hanya dapat dirasakan oleh Muslim yang berada di Kota Roma, terutama di sekitar Masjid Agung. Sedangkan yang di tempat lain sangatlah sulit, apalagi masjid sangat minim di sana. Kalaupun ada masjid atau mushala di daerah lain, tidak semuanya mendapatkan izin resmi yang membolehkan iktikaf.

Seandainya ada yang melakukan iktikaf di masjid atau mushala yang tidak punya izin resmi, maka itu dianggap tindakan kriminal. Akibatnya, mereka hanya sekadar shalat fardu dan tarawih di masjid tersebut. Sebagian besar masjid di sana juga tidak dibolehkan memakai pengeras suara ke luar masjid. Jadi, kalau azan berkumandang, misalnya, hanya bisa didengar oleh orang-orang yang berada di dalam masjid.

Masyarakat Eropa Diajak Memeluk Islam

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Roma): Pemimpin Libya, Muammar Kadhafi berpidato di Roma, Italia yang isinya mengajak semua penduduk Eropa agar memeluk agama Islam. Pidato tersebut dihadiri oleh sedikitnya 500 wanita muda Italia yang menggunakan cadar.

Seusai pidato pada Minggu (29/8/2010) itu, tiga orang pendengar mengucapkan Shahadat dan memeluk Islam. Semua pengunjung mendapatkan glorioso corano (Al Quran). Menurut media Italia, setiap wanita yang hadir dibayar sekitar 75 euro dari sebuah biro. Mereka diharuskan berpakaian sopan. Beberapa puluh bahkan mengenakan jilbab dan cadar.

Pertemuan di Akademi Libya di Italia itu memicu kontroversi. Berbagai koran dan kalangan politik menyatakan terkejut dengan tingkah Kadhafi yang memperlakukan Italia seperti "Dufannya sendiri."

Gadis ABG Berlayar Sendirian Keliling Dunia

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Lisbon, Portugal): Dengan perahu sepanjang 11,58 meter, seorang ABG (anak baru gede) putri berusia 14 tahun telah memulai misi pelayarannya Sabtu (21/8/2010), dalam usaha menjadi orang termuda yang berlayar sendirian keliling dunia.

Gadis ABG itu bernama Laura Dekker telah berlayar dari kota pelabuhan Portimo, Portugal selatan. Seperti dilansir voanews.com, ia berlayar dengan perahu layarnya bernama "Guppy", yang berukuran sepanjang 11,58 meter.

Sebuah pengadilan Belanda telah mengizinkan Dekker untuk melakukan pelayaran seorang diri. Sebelumnya, sebuah badan perlindungan anak di Belanda telah berusaha mencegah rencana pelayaran itu karena mengkhawatirkan keselamatan dan kesehatan Dekker secara psikologis.

Bulan Juni lalu, seorang remaja puteri Amerika berusia 16 tahun , Abby Sunderland harus diselamatkan di daerah terpencil Samudera Hindia dalam usahanya berlayar keliling dunia.

Sebelumnya, tahun ini, remaja puteri Australia Jessica Watson berhasil menyelesaikan misi pelayarannya selama 210 hari, pada usia 16 tahun.

Wanita Magnet Sedot Logam dengan Tubuhnya

E-mail Cetak PDF

berita2.com (London): Namanya Brenda Allison. Dia adalah manusia ajaib yang memiliki kekuatan misterius yang dipancarkan melalui tubuhnya. Segala macam jenis metal bisa tersedot tubuhnya bila didekatkan, bahkan bisa membuat benda-benda melayang-layang. Ia disangka memiliki kekuatan sihir vodoo.

Ibu satu anak ini dijuluki sebagai 'manusia magnet', Allison mengatakan sering kali malu jika efek elektromagnetik yang mengalir di tubuhnya meningkat. Account manager ini mengatakan koin, pin, magnet, kunci pas dan bahkan sebuah tutup panci logam bisa menempel di tubuhnya sampai 45 menit tanpa jatuh.

Ketika sedang mencapai kondisi terkuat, dia bilang bisa menari di ruang tamu dan benda-benda akan melayang kepadanya. Selama yang dia ingat, tubuhnya bisa membunyikan alarm mobil, mengganggu sinyal TV dan meledakkan bola lampu.

Ketika ia masih kecil, orangtuanya berhenti membelikan jam tangan, karena medan magnet terus mengganggu mekanisme penunjukkan waktu. Setiap orang punya medan elektromagnetik halus yang mengalir melalui tubuh, tapi kebanyakan tidak menyadari keberadaannya.

Namun, Allison (50) mengatakan ia sudah merasakan dampak magnet itu ketika di taman kanak-kanak. Saat ia tumbuh dewasa, ia mulai menulis buku harian dan menyadari munculnya pulsa magnetik yang kuat pada akhir setiap siklus haid.

"Orang-orang tertawa ketika saya meletakkan benda logam pada kulit saya dan tidak jatuh," kata Allison, dari Holloway, London Utara. "Tapi kadang-kadang kondisi saya bisa sangat memalukan".

"Pada satu kesempatan, aku punya pengalaman mengerikan di supermarket. Ketika tiba di kasir, mesin mulai berbuat aneh dan jelas aku yang telah menyebabkan itu. Orang di kasir mulai berteriak padaku dan menuduh aku meletakkan kutukan vodoo. "

Dokter mengatakan pada Allison magnet itu mungkin disebabkan oleh tingkat stres yang tinggi dan menyuruhnya untuk mengambil langkah-langkah untuk bersantai. Selama periode magnet yang kuat dia disarankan untuk berpegangan pada keran dapur karena terhubung ke tanah. Dia mengatakan keinginannya untuk diuji oleh pakar elektromagnet agar bisa memahami penyebab di balik kondisinya.

Dua Wanita Cantik Buka Payudara Sambil Mencuri

E-mail Cetak PDF

berita2.com (Paris): Dua wanita cantik mencuri uang dari seorang pria di depan mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dengn mempertontonkan payudara mereka di depan korban guna mengalihkan perhatiannya sebelum kemudian melarikan uang korban.

Juru bicara kepolisian di Paris seperti dilansir News.com.au, Sabtu (14/8/2010) mengatakan, kedua wanita berumur 20-an tahun itu memamerkan payudara mereka kepada korban saat pria itu baru saja memencet nomor pin kartu ATM-nya.

Nah, saat korban sedang memandangi payudara salah seorang wanita, wanita lainnya dengan cepat memencet tombol penarikan tunai. Uang sebanyak 300 euro pun keluar dari mesin ATM dan kedua wanita tersebut langsung kabur dengan uang curian mereka.

Insiden di depan sebuah mesin ATM di Left Bank, Paris itu sebenarnya terekam oleh kamera CCTV yang dipasang di lokasi. Namun kedua wanita itu tak bisa diidentifikasi. Kepolisian Prancis pun memberikan saran supaya kejadian tersebut tidak menimpa orang lain.

"Kami menganjurkan siapapun yang menarik uang tunai dari mesin ATM untuk fokus pada apa yang sedang mereka lakukan dan tidak membiarkan diri mereka terganggu oleh bagaimanapun menariknya pemandangan itu," kata juru bicara kepolisian Paris.

Halaman 1 dari 32

Berita Terkait