berita2.com (New Delhi): Terjadi kegemparan yang luar biasa, bahkan mengakibatkan dua orang meninggal akibat telepon maut. Telepon maut? Itulah yang sedang melanda sebagian India saat ini.
Warga India digemparkan dengan rumor panggilan telepon maut, yang disebut-sebut dapat membawa kematian bagi siapa saja yang menerima telepon dari nomor tertentu. Desas-desus mengenai panggilan telepon yang mematikan tersebut berkembang di wilayah kota Nagpur, India.
Cellular-News, Minggu (15/8/2010) melaporkan, panggilan telepon tersebut setidaknya diklaim telah membunuh dua orang. Polisi wilayah Nagpur pun langsung dibanjiri pengaduan mengenai kasus yang meresahkan warga tersebut.
Korban telepon maut tersebut adalah seorang gadis sembilan tahun dan korban kedua merupakan seorang remaja yang tiba-tiba mengalami pendarahan dari telinga setelah menerima panggilan telepon.
Komisaris polisi Ankush Dhanvijay, mengatakan bahwa polisi sedang menelusuri kasus tersebut. "Kami meminta agar masyarakat tidak perlu panik," kata Dhanvijay.
Rumor palsu mengenai panggilan telepon atau pesan teks mematikan seringkali tersebar di berbagai belahan dunia, sejak beberapa tahun terakhir.
Pada tahun 2007 dan 2008, sejumlah pengguna telepon di Angola, Pakistan dan Afghanistan juga dilanda rumor mengenai panggilan telepon yang bisa membunuh pengguna.
Kabar tersebut tak hanya menyebar melalui SMS, tapi juga dari mulut ke mulut. Kabar tersebut mengklaim bahwa setelah seseorang menjawab telepon, maka akan keluar darah dari mulut, hidung dan telinga yang akan membunuh pemilik ponsel.
Sebelumnya pada tahun 2008, kasus serupa juga terjadi di Malaysia. Namun kala itu teror dilakukan melalui SMS, yang menyerukan kepada pengguna untuk menonaktifkan telepon mereka sebelum 11:00 pada hari Sabtu.
Pesan mengingatkan bahwa gelombang radiasi pada jam tersebut sangat berbahaya bagi orang yang masih mengaktifkan ponselnya.



































