Bangkok, (berita2.com) : Para pendukung mantan Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra mulai berusaha membangun momentum, Ahad (7/3), bagi unjuk rasa besar-besaran yang dapat memutuskan nasib gerakan anti pemerintah mereka.
Kelompok yang disebut "Baju Merah" itu mengatakan mereka mengharapkan ratusan ribu orang akan berkumpul di ibukota Bangkok 14 Maret , persis dua minggu setelah pengadilan menyita harta kekayaan senilai 1,4 miliar dolar milik perdana menteri yang digulingkan itu.
Para penyelenggara sedang melakukan serangkaian pertemuan yang dimulai Ahad untuk memotivasi para pemrotes di seluruh negara itu, sebagian besar mereka dari warga desa yang miskin , yang marah terhadap apa yang mereka anggap sebagai pemerintah elitis dan tidak demokratis di Bangkok.
"Saya akan mendesak mereka yang cinta demokrasi, keadilan, persamaan hak dan mereka yang merasa bahwa saya telah digertak tanpa belas kasihan dan manusiawi, untuk bergabung pada unjuk rasa nanti," kata Thaksin dalam pesan tertulis di jejaring sosial Twiiter.
Unjuk rasa itu akan merupakan yang terbesar sejak April tahun lalu, ketika lebih dari 100.000 orang anggota kelompok Baju Merah melakukan protes terhadap Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva , yang disusul dengan aksi kekerasan yang menewaskan dua orang dan membatalkan satu KTT penting Asia.
Kelompok Baju Merah telah melakukan serangkaian protes sejak keputusan pengadilan lainnya menyingkirkan sekutu-sekutu Thaksin dari pemerintah dan mengantarkan Abhisit berkuasa Desember 2008, setelah blokade bandara-bandara Bangkok oleh pesaingnya, kelompok royalis yang dikenal sebagai "Baju Kuning".
Thaksin disingkirkan dalam kudeta militer tahun 2006 dan kini tinggal di pengasingan terutama di Dubai, untuk menghindari hukuman penjara dua tahun karena terlibat korupsi. Hukuman itu diputuskan tanpa kehadirannya. Ia berikrar akan berusaha melawan penyitaan harta kekayaannya.
Negara itu tetap terpecah antara Kelompok Baju Merah yang pro Thaksin dan Kelompok Baju Kuning , yang menganggap Thaksin korup dan didukung oleh kaum elit istana , militer dan birokrasi yang berpusat di Bangkok.
Pada hari Minggu para pemimpin provinsi Baju Merah akan melakukan pertemuan dengan penduduk miskin di Rayong , satu kawasan industri dekat Bangkok, dengan pertemuan-pertemuan lain sepanjang pekan itu di wilayah tengah, utara dan barat Thailand, kata pihak penyelenggara.
"Tujuan kami adalah menggulingkan pemerintah, memaksa mereka membuat satu pilihan antara menekan kami dan mengundurkan diri," kata pemimpin senior Baju Merah Jaran Ditsatapichal kepada wartawan awal pekan ini.
Tetapi jumlah pendukung yang mereka harapkan datang ke Bangkok akan merupakan hal penting dalam memutuskan apakah kelompok Baju Merah memiliki peluang untuk menggulingkan pemerintah setelah pemilu Thailand mendatang, yang menurut rencana akan diselenggarakan Desember 2011.
Paul Chambers, seorang pakar mengenai Thailand di Unversitas Heidelberg, Jerman, mengatakan unjuk rasa itu dan kemampuannya untuk menandingkan aksi tahun lalu akan merupakan satu peristiwa penting sekali untuk membuktikan apakah perjuangan mereka itu gigih."
Kelompok Baju Merah awal pekan ini mengatakan mereka mengharapkan 400.000 sampai 600.000 orang, banyak yang datang dari pangkalan Thaksin di timur laut dalam ribuan bus dan truk.
Pemerintah mengerahkan pasukan tambahan , membuat pos pemeriksaan di seluruh negara itu untuk mencari senjata dan mengatakan pemerintah mungkin akan memberlakukan undang-undang keamanan yang keras jika aksi protes itu menjadi rusuh.
Keberhasilan mereka juga akan tergantung pada membangun dukungan di kalangan kelas menengah yang pro Baju Kuning Bangkok dan dalam kalangan tentara Thailand , yang sejauh ini mendukung Abhisit.
Abhisit sendiri mengatakan ia akan tetap melakukan kunjungannya ke Australia pada 13-17 Maret.
"Kelompok Baju Merah tidak dapat mengerahkan banyak pendukung di Bangkok . Mereka tidak memiliki sumber daya manusia," kata Arnaud Leveau dari Research Institute on Contemporary South-East Asia.
"Mereka harus melakukan operasi logistik yang besar untuk mendatangkan warga dari provinsi-provinsi dan memberi makan mereka ketika berada di Bangkok," tambahnya.(*un)



































