Cotabato, Filipina, (berita2.com) : Orang-orang bersenjata menembak tewas seorang calon walikota di provinsi Filipina selatan, di mana 57 orang dibantai dalam kekerasan berkaitan dengan pemilu tahun lalu, kata seorang polisi Kamis (18/2).
Korban pembunuhan tersebut adalah Errol Sinsuat, seorang anggota partai berkuasa pimpinan Presiden Gloria Arroyo.
Ini adalah korban kedua pembunuhan bermotif politik di kota Cotabato selama dua pekan, dan terjadi meskipun negara dalam status darurat yang diberlakukan setelah pembantaian.
Orang bersenjata mengendarai sepeda motor menembak tewas Sinsuat, 38 tahun, kepala daerah kota Blah Sinusat, ketika dia sedang mengendarai sepeda motor melalui kota Cotabato Rabu (17/2) malam, kata direktur kepolisian kota, Komisaris Senior Willie Dangane.
Seorang polisi yang membalas menembak juga tertembak dan terluka, kata Dangane.
Sinsuat telah berencana untuk mencalonkan diri sebagai walikota Blah Sinsuat pada pemilu nasional 10 Mei. Blah Sensuat terletak di pinggiran kota Cotabato.
Pembunuhannya tampaknya berkaitan dengan politik, kata Dangane.
Pembunuhan Sinsuat terjadi pada sekitar 20 kilometer dari daerah pinggiran provinsi Maguindanao, di mana 57 orang dibantai pada 23 November, diduga dilakukan oleh tentara swasta milik satu kelompok kuat setempat, Ampatuan.
Andal Ampatuan Jr. dituduh memimpin pembantaian itu guna mencegah pesaingnya untuk menantangnya dalam pemilihan Mei, untuk memperebutkan jabatan gubernur Maguindanao.
Ampatuan Jr. dan 197 orang lainnya, termasuk ayahnya dan beberapa anggota keluarganya, telah dituduh terlibat dalam pembantaian itu. Pembantaian tersebut adalah yang terburuk dalam kasus kekerasan politik di negara ini.
Di seluruh Filipina, yang dikenal dengan budaya kepemilikan senjata, pemilu diganggu oleh aksi-aksi kekerasan, dengan para politisi terkenal menggunakan orang-orang bersenjata untuk menyingkirkan para pesaingnya, dan mengintimidasi para pemilih.
Termasuk dalam pembantaian itu, sedikitnya 64 orang telah dilaporkan terlibat dalam aksi kekerasan berkaitan dengan politik, di dalam pemilu nasional.
Sekitar dua pekan lalu, seorang kandidat untuk dewan perwakilan Kota Cotabato ditembak roboh dan dua anak muda terluka dalam insiden itu. Lebih dari sejuta senjata api tak berizin diyakini telah beredar di jalan-jalan di Filipina, menurut perkiraan polisi.(*un)





















