Paris, (berita2.com) : Prancis pada Minggu (14/2) mengecam peledakan bom, yang menewaskan sembilan orang, di India barat dan menyatakan akan terus bekerja dengan India memerangi terorisme.
"Prancis mengecam keras penggunaan terorisme, kejahatan tak termaafkan. Prancis bersama India dalam pertempurannya melawan kutukan ini," kata pernyataan Menteri Luar Negeri Bernard Kouchner.
Bom merusak rumah makan terkenal di kalangan wisatawan di Pune, kota di India barat, pada Sabtu malam dan membunuh sembilan orang serta membayangi pembukaan kembali pembicaraan perdamaian India-Pakistan, yang terhenti setelah serangan d Mumbai, India, pada November 2008.
India menuduh serangan Mumbai itu dilakukan gerilyawan berpangkalan di Pakistan dan walaupun tidak ada pejabat menunjukkan kesalahan pada negara seberang perbatasan atas ledakan bom di Pune tersebut, sejumlah politikus menyatakan cemas menyangkut waktu ledakan itu.
Pune berada sekitar 100 kilometer di baratdaya Mumbai.
Perdana menteri Pakistan pada Minggu mengecam pemboman di restoran ramai pengunjung itu dan menegaskan tekadnya memulai kembali perundingan perdamaian antara kedua negara bersenjata nuklir tersebut.
"Saya mengecam kejadian di Pune," kata Perdana Menteri Pakistan Yousuf Raza Gilani kepada wartawan.
"Kami mengecam terorisme dalam segala bentuknya. Kami menginginkan kawasan itu bebas dari ancaman tersebut. Kami ingin hubungan baik dengan India. Kami ingin perundingan bermakna," katanya.
Ledakan itu terjadi sehari setelah India dan Pakistan sepakat memulai kembali perundingan resmi setelah 14 bulan terhenti.
Pertemuan awal antara kedua menteri luar negeri mereka direncanakan diselenggarakan pada 25 Februari.
Arun Jaitley, pemimpin penting partai nasionalis Hindu India Bhratiya Janata, menyatakan ledakan itu menambahkan kekuatiran bahwa pemerintah bertindak terburu-buru menawarkan pemulaian kembali perundingan dengan Pakistan tetangganya.
Ketegangan di antara dua negara itu, yang terlibat tiga kali perang sejak merdeka dari Inggris pada 1947, menambah keguncangan di perbatasan mereka, di wilayah Kashmir, yang terbagi dua, dan di Afghanistan.
Gilani menyatakan masalah Kashmir dibicarakan bila perundingan perdamaian dimulai kembali.
Serangan itu terjadi di German Bakery --restoran di daerah taman Koregaon di kota tersebut dan terkenal di antara orang asing-- pada sekitar pukul 19.30 waktu setempat (21.00 WIB), katanya.
Tempat itu di dekat Osho Ashram atau tempat pengasingan diri keagamaan, yang juga sering dikunjungi tamu luar negeri, dan Wisma Chabad, pusat kebudayaan dan keagamaan Yahudi, yang dijalankan gerakan kolot Chabad-Lubavitch.
Menteri Dalam Negeri GK Pillai menjelaskan bahwa seorang pelayan akan membuka sebuah kemasan tak diketahui, yang ditinggalkan di rumah makan itu ketika ledakan terjadi.
Sejumlah 32 orang luka akibat ledakan tersebut.
"Perlu dicatat bahwa Osho Ashram, yang berada sekitar 180 meter dari toko roti tersebut, adalah salah satu tempat diselidiki mata-mata Lashkar-e-Taiba David Headley," katanya.
Pemerintah semua negara bagian di India disiaga-penuhkan, sementara masyarakat diminta tidak mendekati kemasan mencurigakan, kata Pillai.
Tim forensik dan reserse dari regu antiteror negara bagian itu dan Biro Penyelidikan Pusat (CBI) dikirim ke tempat kejadian tersebut untuk menyelidiki ledakan itu, tambahnya.(*un)