Moskow, (berita2.com) : Rusia dan China menyepakati biaya pembangunan tahap kedua pembangkit listrik tenaga nuklir Tianwan di China, kantor berita RIA Novosti melaporkan dengan mengutip sumber yang dekat dengan pembicaraan itu.
Pembangunan tersebut akan membutuhkan dana sekitar 1,3 miliar euro, kata sumber itu, dan menambahkan bahwa "perluasan stasiun Tianwan dengan teknologi Rusia itu berarti bakal lebih banyak pasokan bahan bakar, jasa dan lainnya milik Rusia yang bakal berbiaya miliaran euro lagi."
Unit pertama dari dua pembangkit listrik dengan reaktor nuklir Rusia yang dibangun di Tianwam di China sebelah timur mulai berfungsi pada Juni 2007 dan kedua pada September 2007.
China merencanakan kenaikan besar stasiun pembangkit nuklirnya sebagian disebabkan oleh keprihatinan terhadap pemanasan global namun juga untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara.(*un)

















