Bangkok, (berita2.com) : Pemerintah Thailand mulai menugaskan sedikitnya 20 ribu prajurit di seluruh penjuru negeri menjelang keputusan pengadilan mengenai nasib harta kekayaan Perdana Menteri yang digulingkan Thaksin Shinawatra, menurut juru bicara, Senin (8/2).
Juru bicara pemerintah Panitan Wattanayagorn mengatakan aksi unjuk rasa akan diijinkan namun aksi kekerasan akan menjadi perhatian, dalam sebuah aksi balasan populis jika pengadilan menyita kekayaan Thaksin yang bernilai 2,2 miliar dolar AS apabila diberlakukan pada 26 Febuari.
Para pendukung Thaksin menyiapkan sebuah aksi unjuk rasa anti pemerintah menjelang pengumuman keputusan pengadilan.
"Keamanan akan diintensitaskan sebelum dan dan setelah pengumuman keputusan karena pemerintah tidak berpikir ini akan selesai," kata Panitan kepada wartawan.
Lebih dari 13 ribu prajurit akan ditempatkan di provinsi-provinsi para pendukung Thaksin di seluruh penjuru negara, sedangkan sedikitnya 6.500 akan ditempatkan di Bangkok dan kawasan sekitarnya, dengan penempatan lebih dari 200 pos pemeriksaan di seluruh kawasan metropolitan.
Jumlah total polisi tambahan dan prajurit di jalan-jalan dapat mencai 35 ribu orang, kata Panitan.
"Hukum keamanan tambahan akan (juga) diumumkan jika diperlukan untuk mencegas setiap aksi kekerasan," tambahnya.
Pada 26 Febuari Mahkamah Agung akan memutuskan apakah kekayaan hartawan telekomunikasi itu --yang telah dibekukan selama berbulan-bulan setelah dia digulingkan pada kudeta 2006-- dapat disita oleh pihak berwenang.
Sekalipun tinggal di luar negeri sejak Agustus 2008, Thaksin tetap merupakan tokoh kuat di tanah kelahirannya.
Baik para pendukung ataupun penentangnya telah melakukan sejumlah aksi unjuk rasa besar-besaran selama beberapa tahun terakhir, yang beberapa diantaranya berujung pada aksi kekerasan.(*un)

















