Canberra, (berita2.com) : Australia mengecam keras karikatur yang dibuat kartunis India karena dinilai sebagai "ofensif dan menghina, melukiskan polisi sebagai supremasi kulit putih.
Kartun, yang dipublikasikan suratkabar Mail Today di New Delhi itu melukiskan seorang polisi Australia sebagai anggota Klu Klux Klan.
Kartun tersebut dipubliksikan sebagai tanggapan atas penyelidikan polisi atas pembunuhan di Victoria, yang dapat ditafsirkan bahwa pembunuhan terhadap seorang mahasiswa India, Nitin Garg berusia 21 tahun di taman Merbourne baru-baru ini sebagai bermotif rasialis.
Ku Klux Klan berpakaian seragam perwira di kartun itu dengan kalimat, "Kami belum menemukan motif kejahatan itu."
Akting Perdana Menteri Julia Gillard pada Jumat mengecam kartun itu di tengah media massa India terus menuduh Australia tidak serius mengungkap aksi pembunuhan tengah malam itu.
"Tuduhan-tuduhan itu sangat, sangat menyakitkan bagi para perwira kepolisian, dan saya mengecam keras komentar-komentar semacam itu," kata Julia kepada wartawan di Brisbane.
Ia mengatakan polisi telah melakukan tugasnya secara profesional dengan meningkatkan patroli di "tempat-tempat panas" aktivitas kejahatan.
Sejak dipublikasikan pada Selasa (5/1), kartun itu menggelinding jadi bola liar dan membuat para perwira kepolisian Australia merasa disakiti. Greg Davies, sekretaris Asosiasi Kepolisian Victoria mengatakan para perwira menilai kartun itu "goblok" dan tidak bermanfaat apa pun.
"Kartun-kartun di Australia biasanya dibuat oleh orang yang pintar atau lucu, dan kartun ini pun demikian," kata dia kepada wartawan, Jumat (8/1).
Kematian mahasiswa India, Nitin Garg itu menimbulkan debat baru mengenai keamanan mahasiswa asing di Australia. Beberapa pemuka masyarakat India mengatakan rasisme merupakan isu hangat bagi orang India yang belajar di Australia. Kepala Kepolisian Victoria, Bob Cameron, menyebut kartun itu sebagai tidak bernilai.
"Kami menghadapi dengan penuh toleransi dan kepolisian Victoria sangat toleran, dan penilaian tentang rasisme itu salah," kata dia kepada Radio FairFax.
Pemerintah India meramalkan bahwa serangan itu akan berpengaruh pada hubungan antara kedua negara, dan sekali lagi India mendesak Australia untuk menjamin keamanan warga di negeri Kanguru itu. Kepolisian Victoria awalnya menolak berkomentar atas kartun itu kontroversi itu. Namun Deputi Komisioner Kieran Walshe pada Jumat mengatakan bahwa ia memaklumi kenapa para perwira terkejut atas kartun itu.
"Sesungguhnya kami sangat kooperatif dan memiliki hubungan kuat dengan masyarakat multi-budaya di negeri ini," katanya.(*un)