Bangkok, (berita2.com) : Amerika Serikat `sangat terkejut` jika Thailand jadi mendeportasi 4.000 warga etnis Hmong ke Laos, dalam menghadapi kecaman globall, kata seorang penjabat tinggi AS kepada AFP Ahad (27/12).
"Pemerintah Thailand telah mengisyaratkan niatnya untuk memulangkan warga etnik Hmong itu," kata Eric P. Schwartz, asisten menteri luar negeri AS bidang kependudukan, pengungsi dan migrasi.
"Kami akan sangat terkejut dengan tindakan itu, dan tindakan tersebut akan memberlakukan beberapa sanksi serius dari kami," katanya kepada AFP dalam wawancara melalui telepon dari AS.
Pasukan angkatan darat Thailand telah dikerahkan untuk pemulangan itu dimulai, Senin, dari satu kamp penampungan di provinsi Phetchabun utara, di mana orang-orang Hmong berada, menurut pengamat hak asasi manusia (HAM) internasional, Human Rights Watch yang bermarkas di New York.
Kelompok tersebut terdiri lebih dari 4.000 warga Hmong yang minta suaka berdasatkan dalih, bahwa mereka menghadapi penyiksaan dari rezim Laos, bila dipulangkan. Seperti diketahui, Hmong ikut berperang bersama pasukan Amerika saat meletusnya Perang Vietnam.
Namun Thailand mengatakan, mereka adalah imigran gelap dan erjanji akan memulangkan mereka ke Laos pada akhir tahun ini. Thailand menolak bantuan akses badan pengungsi PBB bagi mereka jika mereka adalah pengungsi politik.(*un)





















