New Delhi, (berita2.com) : India menarik 30.000 tentara dari Kashmir setelah serangan gerilyawan reda di wilayah Himalaya yang berbatasan dengan Pakistan itu, kata pengumuman militer, Jumat (18/12).
Seorang juru bicara militer mengatakan pasukan darat ditarik dari sektor-sektor Rajouri di selatan dan Poonch dua bulan lalu.
Penarikan itu adalah salah satu yang terbanyak sejak tahun 1999, ketika India dan Pakistan yang sama-sama memiliki senjata nuklir terlibat perang enam minggu di wilayah Himalaya itu yang menewaskan 1.000 tentara kedua pihak.
Kehadiran pasukan India di wilayah Kashmir yang dilanda pemberontakan itu satu gangguan besar bagi banyak penduduk yang mayoritas beragama Islam itu.
Tentara yang ditarik itu bertanggung jawab atas keamanan dalam wilayah tempat para gerilyawan melancarkan perang terhadap kekuasaan India selama dua dasawarsa, kata juru bicara militer kepada AFP.
"Kami telah menarik dua divisi infantri yang bertugas menjaga keamanan di Rajouri dan Poonch dan jumlah tentara yang ditarik sekitar 30.000 personil," kata juru bicara Kolonel Om Singh di New Delhi.
Juru bicara itu mengatakan jumlah tentara yang dikerahkan di sepanjang Garis Kontrol-- perbatasan defakto yang memisahkan wilayah Kashmir India dan Kashmir yang dikuasai Pakistan -- tidak dikurangi.
"Mereka tidak dapat ditarik dari sana karena itu adalah penggelaran yang permanen," katanya, menolak menyebutkan jumlah pasukan yang masih bertahan di sepanjang garis kontrol sepanjang 764km.
Para ahli dan sumber-sumber independen memperkirakan jumlah pasukan India di Garis Kontol itu sekitar 120.000 personil. Jumlah seluruh pasukan India di Kashmir tidak diketahui tetapi diduga jumlahnya ratusan ribu tentara.
Pemerintah sejak Juni berjanji akan mengurangi kehadiran militer sebagai bagian dari usaha untuk mengurangi ketegangan di wilayah itu, tempat kelompok Islam melakukan pemberontakan yang menewaskan puluhan ribu orang.(*un)





















