Phnom Penh, (berita2.com) : Seorang laki-laki Thailand dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman penjara tujuh tahun pada Selasa, karena memata-matai buron mantan perdana menteri Thailand Thaksin Shinawatra selama kunjungannya ke Kamboja.
Siwarak Chothipong (31 tahun), pegawai di Layanan Lalulintas Udara Kamboja, juga didenda 10 juta riel (25 juta rupiah), karena memberikan jadwal penerbangan Thaksin kepada kedutaanbesar Thailand ketika hartawan itu berkunjung pada bulan lalu.
Polisi Kamboja pada tengah November menyatakan menuduh seorang warga Thailand memata-matai Thaksin, membuat semakin panas kemelut diplomatik antara dua negara bertetangga itu.
Pertikaian mengenai mata-mata itu muncul saat Thaksin bermain golf dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen, dalam tanda ketakberdayaan Bangkok minta Phnom Penh menyerahkan taipan tersebut dan menjebloskannya ke penjara, karena terlibat korupsi.
Jurubicara kepolisian negara Kamboja Kirt Chantharith mengatkan, "Kami mengirimnya ke pengadilan kemarin dan ia dituduh mengeluarkan keterangan menyangkut keamanan nasional Kamboja," kata Kirt Chantharith kepada kantor berita Prancis AFP.
"Ia berusaha mencari keterangan menyangkut penerbangan khusus Thaksin," kata Kirt, dengan menjelaskan bahwa keterangan itu dikirim ke Thailand.
Polisi menyelidiki kemungkinan orang lain terlibat, tambahnya.
Kamboja mengusir seorang diplomat penting Thailand dan Thailand membalasnya dengan tindakan serupa sebelumnya dalam ketegangan meningkat akibat tindakan pemerintah Kamboja pada awal November mengangkat Thaksin sebagai penasehat ekonomi.
Thaksin, yang disingkirkan dalam kudeta pada 2006, tiba di Kamboja, untuk memangku peran itu dan Hun Sen menolak permintaan resmi penyerahan Thaksin kepada Thailand.
Thaksin bertemu dengan kelompok pendukungnya sebelum bermain golf dengan Hun Sen di kota wisata Siem Reap. Ia kemudian bertemu dengan anggota utama gerakan pendukungnya, kata jurubicara pemerintah Khieu Kanharith.
Hartawan telekomunikasi itu mengecam pemerintah Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva dalam ceramahnya di ibukota, Phnom Penh, menuduh penguasa Thailand memiliki patriotismae palsu.
Jurubicara kementerian luar negeri Kamboja Koy Kuong mengemukakan kepada AFP bahwa sekretaris pertama kedutaanbesar Thailand diusir, karena "melakukan pekerjaan bertentangan dengan jabatannya". Ia tidak menjelaskan lebih jauh.
Kementerian luar negeri Thailand menyatakan "perlu melakukan tindakan serupa". Kedua negara itu memanggil pulang dutabesar mereka dalam sengketa meningkat menyangkut pengangkatan Thaksin, yang diumumkan Phnom Penh pada pekan sebelumnya.
Thaksin berjanji membantu Kamboja, yang miskin, dalam masalah keuangan, pengurangan kemiskinan dan mendatangkan lebih banyak modal luar negeri. Pejabat Kamboja mengisyaratkan bahwa ia tidak berniat tinggal di Kamboja.
Abhisit memerintahkan peninjauan kembali dua pembangunan jalan dengan Kamboja, yang melibatkan pinjaman lebih dari 1,4 miliar baht (420 miliar rupiah) kepada Phnom Penh, kata kementerian keuangan.
Thaksin, yang dua kali menjadi perdana menteri, lari dari Thailand pada Agustus 2008, sebulan sebelum pengadilan menghukumnya dua tahun penjara, karena terlibat korupsi. Ia pulang ke Thailand hanya beberapa bulan sebelumnya untuk pertama kali sejak kudeta itu.
Tapi, ia tetap memiliki pengaruh besar dalam politik Thailand, dengan memicu unjukrasa terhadap pemerintah sekarang, dan pengamat mengatakan bahwa dengan Hun Sen, ia menemukan jalan baru untuk mendorongnya kembali berkuasa.(*un)



































