Bangkok, (berita2.com) : Kamboja memerintahkan semua staf pengawas lalu lintas udara warga Thailand untuk meninggalkan pekerjaan mereka setelah seorang dari mereka ditahan atas tuduhan memata-matai mantan PM Thailand Thaksin Shinawatra, kata isi sebuah surat perusahaan itu, Kamis (19/11).
Badan Lalu Lintas Udara Kamboja (CATS) perusahaan penerbangan sipil milik Thailand, yang mengawasi wilayah udara Kamboja, melarang para karyawan Thailand itu setelah seorang pejabat pemerintah Kamboja ditunjuk menjadi pemimpin sementara perusahaan itu.
Tidak segera jelas apakah larangan itu untuk sementara atau permanen.
"Pejabat sementara itu melarang para karyawan Thailand itu melakukan tugas-tugas mereka," kata wakil pemimpin perusahaan itu Sirichai Rasameechan dalam sepucuk surat yang dikirim ke pasar bursa, tempat perusahaan itu terdaftar.
Keputusan itu semakin memperdalam krisis diplomatik antara dua negara bertetangga itu menyangkut tindakan Kamboja yang mengangkat Thaksin sebagai penasehat ekonomi negara itu dan penolakan Phnom Penh untuk mengekstradisi perdana menteri terguling itu ke Bangkok.
Siwarak Chothipong, 31 tahun, seorang karyawan CATS , ditahan sepekan lalu atas tuduhan memasok rincian rencana penerbangan Thaksin ke dutaan besar negara itu ketika konglomerat Thailand itu mengunjungi Phnom Penh pekan lalu.
Pada hari Selasa para pejabat Kamboja mengizinkan para diplomat Thailand mengunjungi karyawan yang ditahan itu.
Bangkok awal bulan ini menarik duta besarnya dari Kamboja gara-gara pengangkatan Thaksin itu, satu tindakan yang juga dibalas oleh Phnom Penh.
Kamboja kemudian mengusir sekretaris pertama kedutaan besar Thailand di Phnom Penh Kamis lalu setelah menuduh Siwarak menyampaikan informasi kepada diplomat itu. Thailand beberapa jam kemudian membalas dengan tindakan serupa.
Thaksin digulingkan dalam satu kudeta tahun 2006 dan tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara dua tahun karena terlibat kasus korupsi, tetapi menghasut para pendukungnya untuk melakukan protes-protes di Thailand terhadap pemerintah sekarang pada tahun lalu.
Marah atas kehadiran Thaksin di Kamboja, Thailand pekan lalu menghentikan semua perundingan dan program kerjasama dengan Kamboja dan membatalkan satu perjanjian eksplorasi minyak dan gas yang ditandatangani semasa Thaksin berkuasa.
Ketegangan sudah tinggi antara kedua negara setelah serangkaian bentrokan militer berdarah di daerah yang disengketakan dekat kuil Preah Vihear yang dibangun abad ke-11 terletak di perbatasan kedua negara itu.
CATS adalah cabang perusahaan Smart yang berpusat di Bangkok, yang memiliki konsesi pengawasan lalu lintas udara selama 32 tahun. Media lokal mengatakan perusahaan itu memiliki sembilan karyawan Thailand.(*un)