
Phnom Penh, (berita2.com) : Mantan Perdana Menteri Thailand, Thaksin Shinawatra, Kamis (12/11) dijadwalkan menyampaikan kuliah umum dalam peran barunya sebagai penasehat ekonomi Kamboja, di tengah ketegangan atas penolakan Phnom Penh untuk mengekstradisi buron pemerintah Thailand itu.
Milioner telkom, yang ditumbangkan dalam kudeta 2006 dan kini tinggal di luar negeri untuk menghindari hukuman penjara karena kasus korupsi itu, dijadwalkan akan berkunjung ke candi terkenal Angkor Wat, dan mungkin akan bermain golf dengan Perdana Menteri Kamboja Hun Sen pada sorenya, kata juru bicara kabinet Phay Siphan.
Kamboja marah terhadap Thailand dan menolak permintaan Bangkok untuk mengekstradisi Thaksin, Rabu, seraya mengatakan bahwa vonis dua tahun penjara atas tuduhan terhadap pemimpin Thailand yang ditumbangkan itu dilakukan secara in absentia dan bermotif politik.
"Yang terhormat Thaksin bisa datang ke Kamboja kapan saja," kata Hun Sen dalam konferensi pers bersama Thaksin.
"Mereka (Thailand) menurunkan hubungan diplomatik, tapi kami tak punya pilihan selain itu."
Thaksin, dijadwalkan memberikan ceramah dihadapan 300 pakar pada kementerian keuangan Kamis pagi. Dia berjanji akan membantu Kamboja pemahaman mengenai sektor keuangan, pengurangan kemiskinan dan menarik investasi asing.
Dia diterima dengan hangat oleh rekan dekatnya, Hun Sen, meskipun para pejabat Kamboja mengatakan dia hanya akan tinggal dua atau tiga hari di negara tersebut, dan tidak berniat untuk menetap di sana.
Ketika para diplomat Thailand menyampaikan surat-surat untuk ekstradisi Thaksin, Rabu, para pejabat Kamboja membalas dengan surat penolakan resmi.
Di Bangkok, Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva mengecam penolakan Kamboja untuk memulangkan Thaksin, dan mengatakan bahwa dia menghentikan semua program bantuan kepada negara tetangganya itu, yang masih dilanda kemiskinan setelah perang berpuluh tahun.
Ketegangan makin memuncak antara kedua negara setelah serangkaian bentrokan berkaitan sengketa wilayah di dekat candi kuno Preah Vihear, dan sengketa itu mengancam merusak konferensi tingkat tinggi (KTT) regional akhir pekan dengan Presiden Amerika Serikat Barack Obama.
Thailand dan Kamboja telah saling menarik duta besar mereka pekan lalu, pada saat pertikaian memuncak.
Bangkok juga membatalkan semua perundingan dan program kerjasama di bidang eksplorasi minyak dan gas, yang kesepakatannya ditandatangani selama Thaksin menjabat.
Thaksin, perdana menteri terpilih dua kali itu melarikan diri dari Thailand pada Agustus 2008, sebulan sebelum pengadilan menghukumnya dua tahun penjara dalam kasus penyelewengan kekuasaan.
Dia kembali ke Thailand hanya beberapa bulan lalu, untuk pertama kalinya sejak kudeta.
Namun dia masih mempunyai pengaruh besar di percaturan politik Thailand, dan mengendalikan aksi-aksi protes terhadap pemerintah sekarang.
Para analis mengatakan bahwa persahabatan eratnya dengan Hun Sen membawanya menemukan jalan baru, dalam mendesakkan kampanye-kampanyenya untuk merebut kembali kekuasaan.
Pemerintah Thailand meningkatkan tekanan terhadap Thaksin pekan ini dengan menuduhnya melanggar kemuliaan kerajaan, setelah dia dikutip oleh laman internet surat kabar Inggris The Times menyeru reformasi lembaga kerajaan.
Memfitnah kerajaan, yang dipimpin oleh Raja Bhumibol Adulyadej yang kini berusia 81 tahun, adalah suatu kejahatan yang bisa dijatuhi hukuman penjara 15 tahun di Thailand.
Raja dirawat di rumah sakit sejak September karena gangguan jantung dan infeksi dadanya.(*un)





















