Yala, Thailand, (berita2.com): Sekelompok orang yang diduga gerilyawan garis keras menembak mati empat warga sipil di Thailand selatan Rabu, kata polisi.
Peristiwa tersebut terjadi sehari setelah perdana menteri mendukung rencana untuk memberikan otonomi lebih kepada wilayah yang sebagian besar berpenduduk Muslim tersebut.
Lebih dari 3.900 orang tewas dalam aksi penembakan, ledakan bom, pemenggalan kepala dan penyiksaan sejak pemberontakan separatis meletus di provinsi-provinsi Thailand selatan yang bergolak, yang berbatasan dengan Malaysia sejak Januari 2004.
Polisi mengatakan orang-orang bersenjata itu menyerbu bengkel reparasi sepeda motor di provinsi Pattani Rabu, dan menembak tewas seorang lelaki Budha sebelum membakar mayatnya.
Dua warga Budha lainnya dan seorang pria Muslim yang adalah petugas pemerintah juga tewas ditembak oleh pengendara sepeda motor, Rabu, kata mereka.
Perdana Menteri Abhisit Vejjajiva Selasa memberikan dukungannya terhadap isyarat PM Malaysia, Nazib Razak, bahwa wilayah selatan hendaknya diberi `beberapa bentuk` otonomi.
Razak akan berkunjung ke Thailand Desember depan dan akan bersama Abhisit meninjau wilayah selatan itu.
Wilayah tersebut dulunya adalah wilayah otonomi kesultanan Melayu Muslim sampai 1902, ketika dicaplok oleh Thailand yang sebagian besar rakyatnya memeluk Budha, dan sejak itu timbul ketegangan selama berpuluh tahun.
Para pemberontak bayangan di wilayah itu menargetkan penduduk sipil dan pasukan keamanan, baik dari pemeluk Budha maupun Muslim.
Sekitar 60.000 tentara Thailand kini ditempatkan di wilayah itu.(*ek)





















