Obama dan Sarkozy "mendiskusikan keperluan untuk melanjutkan pendekatan bersama internasional untuk menangani ambisi nuklir Iran," demikian pernyataan Gedung Putih.
Kedua pemimpin "mengemukakan harapan bahwa upaya melanjutkan dialog (dengan Iran) akan menghasilkan kemajuan menentukan dalam beberapa pekan mendatang seiring dengan kewajiban internasional Iran dan mencatat bahwa kerjasama Iran akan dievalusi akhir tahun ini," menurut pernyataan dari Istana Elysee.
Dalam perbincangan telepon itu juga dibicarakan isu perubahan iklim, menjelang konferensi pers di Kopenhagen untuk memutuskan kesepakatan internasional guna menggantikan Protokol Kyoto, yang berakhir pada 2013.
"Kedua presiden sepakat untuk meningkatkan kerjasama antara Prancis, Uni Eropa, dan Amerika Serikat, guna berkontribusi pada kesuksesan KT Kopenhagen," kata kantor Sarkozy.
Program nuklir Iran telah menjadi prioritas internasional utama karena ketakutan jika Iran menggunakan program itu untuk menutupi pembangunan persenjataan nuklir. Teheran mengatakan bahwa program itu untuk memasok energi bagi warga sipil.
Pada 1 Oktober di Jenewa, perwakilan dari Iran dan kelompok negara-negara maju sepakat bahwa Teheran akan mengijinkan pengawas mengunjungi pangkalan pengayaan uraniumnya yang baru tidak jauh dari Qom, di pusat Iran.
Perundingan direncanakan dimulai pada 19 Oktober di Wina dan akan difokuskan pada sebuah proposal untuk mengayakan uranium Iran di negara ketiga. (*SS)





















