
berita2.com (Bogota): Bandara San Andreas gempar, pilot menginformasikan ke menara bandara bahwa pesawatnya terkena petir. Sebanyak 115 penumapng di dalamnya histeris. Lalu peswat itu mendarat darurat dan terhempas ke landasan dan patah menjadi tiga bagian.
"Ini keajaiban," kata Jenderal Polisi Nasional Orlando Paez seperti dikutip dari reuters, Selasa (17/8/2010). Ajaibnya? Akibat insiden itu hanya satu orang tewas dan 114 penumpang lainnya luka-luka.
Mengapa hanya satu penumpang yang tewas? Rupanya sang pilotlah yang berperan aktif menyelamatkan penumpang, "Keahlian sang pilot membawa pesawat terus tergelincir dari landasan. Meski mesin pesawat telah mati," jelasnya.
Pesawat jenis Boeing 737 tersebut dioperasikan oleh maskapai penerbangan lokal Aires. Pesawat membawa 121 penumpang dan enam anggota awak. "Pesawat datang dari Bogota dan mendarat di tengah badai petir intensif," kata Kolonel Gustavo Barrero dari Angkatan Udara Kolombia.
Korban luka saat ini telah dibawa ke rumah sakit setempat. Banyak yang kemudian diangkut ke Bogota, ibu kota, untuk perawatan. "Pilot pesawat memberitahu kita bahwa pesawat disambar petir. Kami memeriksa sisa-sisa pesawat untuk mencoba untuk menetapkan apa ganti rugi dan apa yang menyebabkan kecelakaan itu terjadi," kata Donald Tascon, Wakil Direktur Otoritas Penerbangan Kolombia.
Bandara kemudian ditutup untuk memungkinkan penyelidikan untuk melanjutkan. Salah seorang penumpang yang tewas yakni Amar Fernandez de Barretos (65) diketahui menderita serangan jantung setelah kecelakaan dan meninggal dalam perjalanan ke klinik setempat.
"Kami baik-baik saja sampai mereka (kru pesawat) mengumumkan bahwa kami akan mendarat," kata penumpang Heriberto Rua, yang sedang dalam perjalanan ke San Andres untuk berlibur bersama istri dan lima anak.