Cancun, Meksiko, (berita2.com) : Negara-negara Amerika Latin dan Karibia sepakat untuk membentuk aliansi baru yang akan mengeluarkan tetangga regional merkea, AS dan Kanada, kata Presiden Meksiko Felipe Calderon pada pertemuan puncak di Cancun, Meksiko, Selasa (23/2).
Blok baru itu "harus menjadi prioritas dorongan bagi integrasi regional ... dan memajukan agenda regional dalam pertemuan global," kata Calderon kepada peserta dari 32 negara, termasuk 24 pemimpin, pada akhir pertemuan puncak dua hari di tempat peristirahatan pantai Cancun tersebut.
Kelompok baru itu diperkirakan akan berfungsi sebagai alternatif bagi Organisasi Negara Amerika (OAS), yang mencakup tetangga-tetangga mereka di Amerika utara dan telah menjadi forum penting bagi urusan regional dalam setengah abad terakhir.
Status, nama dan struktur organisasinya akan diputuskan pada pertemuan puncak di Caracas, Venezuela, tahun depan, ujar Calderon.
Keputusan untuk membentuk kelompok baru itu diambil saat pertemuan puncak Cancun antara negara-negara Kelompok Rio dan Masyarakat Karibia (Caricom) yang berakhir Selasa.
Kelompok itu menjauh dari pengaruh tradisional AS di kawasan tersebut, dan didorong oleh kelas berat regional Brazil dan Meksiko. Peserta pertemuan puncak itu juga bersatu di belakang Argentina dalam perselisihan menyangkut pemboran minyak Inggris di sekitar kepulauan Malvinas (Flakland).
Pertemuan puncak itu menyampaikan "dukungan atas hak sah Republik Argentina dalam perselisihan kedaulatan dengan Inggris", kata Calderon.
Setelah kalah dalam perang pendek tapi berdarah menyangkut kepulauan di Atlantik selatan dengan Inggris 1982, Argentina sangat marah atas operasi pemboran yang dimulai Senin lalu di dasar laut sekitar gugusan pulau yang memiliki kekayaan berlimpah itu.
Argentina menyatakan London telah melanggar resolusi PBB yang meminta pihak-pihak itu untuk tidak melakukan tindakan yang dapat menambah buruk perselisihan mereka.
Presiden Kuba Raul Castro sementara itu jadi salah satu dari para pemimpin yang pertama-tama memuji blok regional baru tersebut sebagai langkah bersejarah ke arah "konstitusi organisasi regional Amerika Latin dan Karibea yang murni".
Kuba telah ditangguhkan dari OAS pada 1962 dan, meskipun badan itu tahun lalu memutuskan untuk mengakui kembali pulau komunis itu, negara tersebut belum memenuhi syarat untuk kembali ke badan yang bermarkas di Washington itu.
Wakil Menlu AS untuk Urusan Belahan Bumi Barat Arturo Valenzuela mengatakan, Senin, bahwa AS tidak menganggap kelompok baru itu sebagai masalah.
"Ini tidak akan menjadi upaya yang akan mengganti OAS," kata Valenzuela.
Keputusan untuk membentuk kelompok regional baru itu terjadi di tengah pembagian kiri-kanan yang cengeng, dan menyusul bentrokan Senin antara Presiden Venezuela Hugo Chavez yang beraliran kiri dan Presiden Kolombia Alvaro Uribe yang konservatif pada saat makan siang.
Kawasan itu masih memperjuangkan konsensus sebagai akibat dari kudeta dukungan-militer Juni di Honduras, yang mana presiden Manuel Zelaya telah dijatuhkan.
Porfirio Lobo, yang terpilih sebagai presiden Honduras dalam pemilihan yang diadakan di bawah rezim de facto November, tidak hadir pada pertemuan puncak itu, dan banyak negara masih mempertanyakan keabsahannya. Organisasi baru itu diperkirakan akan mencakup Honduras bagamanapun dan akan memiliki seluruhnya 33 negara.(*un)





















