Washington, (berita2.com): Wakil Presiden AS Joe Biden akan melawat ke Timur Tengah pada awal Maret dengan pemberhentian di Israel, wilayah Palestina, Mesir dan Jordania, Gedung Putih mengumumkan Senin(15/02).
Biden akan bertemu dengan PM Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Palestina Mahmud Abbas, PM Palestina Salam Fayyad dan Raja Jordania Abdullah, demikian penjelasan kantornya.
"Dalam lawatan itu wakil presidem akan membicarakan serangkaian penuh masalah bilateral dan regional," menurut pernyataan Gedung Putih.
Tidak ada perincian lain yang diberikan mengenai lawatan Biden itu, yang akan dilakukan ketika pemerintah Presiden Barack Obama berjuang untuk menghidupkan kembali pembicaraan perdamaian antara Israel dan Palestina lebih dari setahun setelah ia berkuasa.
Sekutu AS, Mesir dan Jordania, adalah hanya dua tetangga Arab Israel yang telah menandatanganni perjanjian perdamaian dengan negara Yahudi itu, dan pada masa lalu telah memainkan peran penengah antara Israel dan Palestina.
Menlu AS Hillary Clinton, yang berada di ibukota Qatar, Doha, mengatakan, Senin, ia menaruh harapan penuh bahwa pembicaraan "serius" antara Israel dan Palestina akan dimulai lagi tahun ini.
Sehari sebelumnya dalam pidato pada Forum AS-Dunia Islam, Hillary mengatakan ia "kecewa" karena tidak ada kemajuan dalam proses perdamaian Israel-Palestina, tapi menambahkan bahwa AS tidak dapat memaksakan terobosan.
Pengumuman mengenai lawatan Biden itu disampaikan di tengah panasnya diplomatik yang meningkat karena program nuklir Iran, yang kontroversial.
Hillary, ketika di Timur Tengah, berusaha untuk mengumpulkan dukungan bagi sanksi baru PBB yang keras terhadap Teheran, sementara ia memperingatkan Iran --yang telah berubah ke "kediktatoran militer"-- bertekad untuk membuat bom nuklir.
Iran, yang membantah telah mengusahakan senjata atom, mengatakan, Senin, negara itu akan mempertimbangkan usul baru dari negara-negara besar bagi pasokan bahan bakar nuklir, tapi AS, Prancis dan Rusia, semuanya, menolak tawaran yang dibuat Teheran itu.(*ek)