
Doha (berita2.com): Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton, Minggu(14/02), mendesak Iran agar mempertimbangkan kembali program nuklirnya dalam apa yang ia katakan "keputusan kebijakan yang berbahaya".
Pernyataan Hillary tersebut dikeluarkan beberapa hari setelah Iran mengumumkan pengayaan 20 persen bahan bakar uranium, yang kian meningkatkan ketegangan dengan Barat sehubungan dengan ambisi nuklir negara Persia itu, sebagaimana dikutip dari Xinhua-OANA.
Ketika berbicara di Forum Dunia Islam-AS selama kunjungannya ke Qatar, Hillary mengatakan Washington dan sekutunya sedang mengupayakan tindakan baru guna membujuk Republik Islam tersebut agar mengubah kebijakan nuklirnya.
Ia juga mengatakan pemerintah Presiden AS Barack Obama "mengingini penyelesaian damai" bagi sengketa nuklir itu, tapi menambahkan kesabaran bukan tanpa batas.
Kepala diplomat AS itu berada di Doha untuk kunjungan dua hari yang dikatakan para pejabat AS adalah bagian dari upaya pemerintah Obama untuk meningkatkan hubungan dengan negara-negara Muslim.
Hillary juga dijadwalkan mengunjungi Arab Saudi dan membahas dengan para pemimpin Arab Saudi masalah keamanan di Yaman dan tempat bergolak lain.
Washington dan sekutunya telah menuduh Iran mengembangkan senjata nuklir dengan kedok program nuklir sipil, tuduhan yang dibantah tegas oleh Iran, yang berkeras program nuklirnya bertujuan damai.(*ek)