Tak ada penyintas (survivor) dalam kecelakaan tersebut, dan semua mayat ditemukan, kata jurubicara itu. Penyelidikan sedang dilakukan untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut, yang terjadi 20 kilometer di sebelah barat kota kecil Fonds-Verrelta di dekat perbatasan Haiti dengan Republik Dominika. Kebanyakan penumpang pesawat PBB itu adalah personil militer.
Misi PBB yang dikenal dengan nama MINUSTAH mengatakan dalam satu pernyataan bahwa satu tim pertolongan tak menemukan penyintas di antara ke-11 penumpang dan awak pesawat militer CASA 212, milik kontingen Uruguay di dalam MINUSTAH.
Di markas PBB di New York, Amerika Serikat, wanita jurubicara Vannina Maestracci, dengan mengutip keterangan MINUSTAH mengatakan korban tewas adalah personil militer Uruguay dan Jordania yang bertugas dalam misi itu. Namun ia tak bisa memberikan perincian.
"Penyebab kecelakaan tidak diketahui pada saat ini dan penyelidikan sedang berlangsung," kata misi tersebut.
MINUSTAH, yang dipimpin Brazilia, telah digelar di negara miskin di Karibia itu, dengan delapan juta warga, sejak pertengahan 2004.
Misi tersebut menempatkan 9.123 personil berseragam --7.057 prajurit militer dan 2.066 personil polisi. (*/wan)





















