berita2.com Sabtu, 04 September 2010

 
You are here: Home Internasional Amerika Warga AS Didakwa Culik Puluhan Anak-anak Haiti
Banner

Warga AS Didakwa Culik Puluhan Anak-anak Haiti

E-mail Cetak PDF

New York, (berita2.com) : Sepuluh warga Amerika Serikat yang ditangkap di Haiti pada pekan lalu ketika mereka sedang berupaya membawa 33 anak Haiti keluar perbatasan negara menuju Republik Dominika, pada Kamis didakwa melakukan penculikan dan konspirasi kejahatan.

Dengan dakwaan itu, mereka terancam hukuman penjara hingga 15 tahun.

Dakwaan tersebut diumumkan dalam sidang tertutup setelah para jaksa penuntut menginterogasi para warga Amerika itu -- yang sebagian besar berasal dari jamaah Baptis di Idaho, AS.

Kasus itu mencuat di tengah kekhawatiran Haiti terhadap pelanggaran batas oleh orang asing di tengah penanganan pasca bencana gempa bumi hebat di Haiti pada 12 Januari lalu -- yang menewaskan setidaknya 200.000 orang.

Menurut laporan "The New York Times" dari ibu kota Haiti, Port au Prince, para warga AS yang didakwa itu mengatakan mereka berniat menyelamatkan anak-anak Haiti yang menjadi yatim-piatu akibat bencana gempa bumi itu.

"Tapi mereka sadar tidak memiliki izin untuk membawa anak-anak tersebut dari Haiti, dan beberapa anak masih memiliki setidaknya ayah atau ibu yang masih hidup," demikian laporan harian itu.

Pengacara kesepuluh warga AS itu, Edwin Coq, mengatakan kliennya tidak bersalah, namun ia mengisyaratkan bahwa pemimpin kelompok warga AS itu, Laura Silsby -- yang juga mengaku sebagai misionaris, adalah pihak yang bisa dijerat hukum dalam kasus tuduhan penculikan 33 anak Haiti itu.

Coq menyatakan sembilan dari 10 kliennya "betul-betul tidak bersalah".

"(Tapi), kalau hakim harus menjatuhkan hukuman terhadap seseorang, kemungkinan ketua kelompoknya (Laura Silsby, red) yang kena," tambah Coq.

Silsby, yang membantu pelaksanaan misi kelompok warga AS itu, terlihat tenang dengan keluarnya dakwaan itu.

"Kami hanya percaya bahwa Tuhan akan memberikan hasil yang positif," ujarnya.

Kendati para pejabat Haiti mengatakan kelompok Silsby sebagai penculik, beberapa warga setempat menganggap kelompok itu hanya ingin membantu anak-anak Haiti dan tidak bermaksud menculik mereka.

Sebelumnya pada Selasa (2/2), dari Jenewa, Swiss, kelompok pakar independen hak asasi manusia yang mendapat mandat dari Dewan HAM PBB, memperingatkan bahwa anak-anak di Haiti yang tidak didampingi, termasuk yatim-piatu dan mereka yang tinggal dengan orang lain, makin beresiko mengalami penculikan, perbudakan dan perdagangan karena lemahnya keamanan pasca gempa 12 Januari lalu.(*un)

Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 
 
:angry::0:confused::cheer:B):evil::silly::dry::lol::kiss::D:pinch:
:(:shock::X:side::):P:unsure::woohoo::huh::whistle:;):s
:!::?::idea::arrow:
 
Please input the anti-spam code that you can read in the image.