Lawatan ini akan menjadi tonggak sejarah bagi Obama yang menguji hubungan penting AS dengan negara-negara besar Asia, dan tampaknya dia akan mendesakkan dukungan prioritas pada kebijakan luar negeri pentingnya, termasuk senjata nuklir dengan Korea Utara dan Iran.
Namun dia tidak memasukkan kunjungan ke Indonesia, di mana dia pernah tinggal selama empat tahun semasa kecilnya, suatu periode yang sering dirujuk dalam pidato-pidatonya dan dalam pendekatannya kepada dunia Muslim.
"Presiden akan berkunjung ke Asia bulan depan untuk mempererat kerjasama kami dengan bagian penting dunia ini, mencakup berbagai masalah yang menjadi kepentingan bersama," kata juru bicara Gedung Putih Robert Gibbs.
Obama pertama akan tiba di Jepang, kemudian menghadiri forum KTT Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) di Singapura.
Dia akan mengadakan apa yang menurut Gedung Putih sebagai pembicaraan resmi pertama antara pemimpin AS dengan semua pemimpin 10 negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), termasuk penguasa militer Myanmar.
Presiden kemudian akan berkunjung ke Beijing dan Shanghai, dan persinggahan terakhir di Korea Selatan.
Obama telah melakukan upaya pribadi yang ketat untuk membentuk arah tujuan AS yang baru kepada Eropa, Timur Tengah dan Amerika Latin, namun belum melakukan lawatan yang sama ke Asia.
Dia akan membahas masalah ancaman nuklir Korea Utara, meningkatkan hubungan dengan China, dan memelihara hubungan hangat antara AS dengan sekutunya, Korea Selatan dan Jepang.
Obama juga telah memutuskan untuk memulai kebijakan baru AS dan pendekatan kepada Myanmar, setelah kebijakan sebelumnya gagal, termasuk memberikan sanksi dan insentif kepada negara yang dikuasai militer itu agar mendekat ke demokrasi.
Gedung Putih mengatakan, kunjungan Obama ke Tokyo antara 12-13 November akan mencakup dua putaran perundingan dengan Perdana Menteri baru, Yukio Hatoyama, setelah keduanya bertemu di PBB bulan lalu.
Dia kemudian tiba di Singapura antara 13-15 November untuk menghadiri KTT APEC dan perundingan ASEAN, serta berbicara satu-per-satu dengan para pemimpin negara ASEAN itu.
Washington memandang ASEAN sebagai kemungkinan untuk menghadapi meningkatnya kekuatan China di seluruh Asia Tenggara, dan Juli lalu ditandatangani satu pakta persahabatan dengan perhimpunan di tengah klaim bahwa pemerintah Bush mengabaikannya. (*/wan)





















