Sao Paulo, (berita2.com) : Anak laki-laki Brazil mulai pulih setelah menjalani operasi untuk mengeluarkan yang pertama dari 31 jarum jahit dari tubuhnya, demikian keterangan rumah sakit, Sabtu (19/12).
Semua jarum jahit tersebut ditusukkan ke dalam tubuhnya oleh ayah tirinya, dalam tindakan kejam yang telah membuat marah warga setempat.
Anak laki-laki yang berusia 2,5 tahun itu, menjalani operasi selama hampir lima jam, Jumat, untuk mengeluarkan dua jarum berkarat dari dekat jantungnya dan dua lagi dari satu paru-parunya.
Ayah tirinya, Roberto Carlos Magalhaes (31), telah ditangkap dan mengaku ia memasukkan semua jarum tersebut ke dalam tubuh anak laki-laki itu atas suruhan kekasihnya, yang mengatakan tindakan tersebut akan membantu keduanya hidup bersama, kata polisi.
Pasangan itu mengikuti ajaran seorang praktisi setempat ajaran agama Brazilia-Afrika, candoble, dan Magalhaes memasukkan semua jarum tersebut ke dalam tubuh anak laki-laki itu di rumah kekasihnya.
Anak-laki tersebut dibawa ke satu rumah sakit kecil setempat oleh ibunya, Maria Souza Santos, setelah anak itu mengeluh sakit dan akhirnya dipindahkan ke Ana Nery University Hospital di Salvador, ibukota negara bagian Bahia di bagian timur-laut negeri tersebut.
"Itu adalah operasi yang sulit. Mereka harus membuka dadanya. Ada banyak jarum dengan bermacam ukuran," kata wanita jurubicara rumah sakit, Susy Moreno. "Jarum dari jantungnya berukuran 4,5 centimeter. Ada lagi yang berukuran 2,5 centimeter," katanya.
Jejaring surat kabar O Globo, dengan mengutip keterangan seorang personil polisi, melaporkan keinginan Magalhaes ialah membunuh anak laki-laki tersebut dan semua jarum itu telah dimasukkan selama satu bulan.
Media setempat memberitakan Magalhaes dibawa dari stasiun polisi ke kota kelahiran anak laki-laki itu, Ibotirama, tempat ia dan dua perempuan lain sudah ditahan, dan dipindahkan ke tempat yang tak disebutkan sebelum warga lokal yang marah berkumpul di beberapa barak.
"Terjadi huru-hara besar oleh masyarakat (di rumah sakit)," kata Moreno. "Banyak orang membawa mainan, tapi tak seorang pun diizinkan masuk. Seseorang menelefon dan menangis. Ia mengatakan ia mempunya seorang cucu yang seusia dengan anak laki-laki itu," kata Moreno.
Anak laki-laki tersebut akan menjalani operasi lagi pekan depan untuk mengeluarkan jarum lain dari kantung kemih dan ususnya, tapi Moreno mengatakan sebagian jarum mungkin dibiarkan di dalam tubuhnya, jika para dokter memutuskan jarum itu tak membahayakan dirinya dan memungkinkan dia terhindar dari operasi lebih lanjut.
Moreno mengatakan anak laki-laki tersebut sadar dan berbicara pada Sabtu sore dan segera mulai dapat makan lagi.
"Sebelum operasi, ia sering menangis dan mengalami trauma. Ibunya bersama dia dan ia dapat dibuat tenang oleh ahli ilmu jiwa dan dia diajak bermain," katanya.
Bahia menjadi pusat pengaruh Afrika di Brazil, tempat banyak orang mengikuti ajaran agama Brazilia-Afrika yang menggabungkan spiritual, ajaran agama asli dan kepercayaan Afrika.(*un)





















