
San Salvador, (berita2.com) : Korban jiwa di El Salvador akibat hujan dan banjir yang dipicu oleh badai Ida, Ahad, naik jadi 91 orang , kata Menteri Dalam Negeri El Salvador Humberto Centeno.
"Sampai sore telah ada 91 korban jiwa di semua lima provinsi (yang terpengaruh). Sebanyak 60 orang hilang hanya di provinsi San Vievente saja," kata Centeno.
Korban tersebut tewas di wilayah Cuscatlan, La Libertad, La Paz, San Vicente dan San Salvador, dan 60 orang dilaporkan hilang di San Vicente, kata Centeno dalam satu satu taklimat.
Centeno juga mengatakan pada Ahad sebanyak 70.000 orang dibawa ke 25 tempat perlindungan, sementara 182 orang lagi diungsikan dari berbagai tempat yang saat ini menghadapi ancaman.
Saluran telepon dan air terputus di banyak bagian negeri itu.
Sebagian gunung berapi Chinchontepec di provinsi San Vicente longsor akibat hujan dan menimbun beberapa rumah di Desa Verapaz dengan ribuan ton lumpur dan batu.
Petugas pertolongan dengan menggunakan helikopter dan perahu berusaha mencapai beberapa desa yang terputus akibat longsor yang menimbun banyak rumah di kota tepi danau di sebelah tenggara ibu kota negeri tersebut.
Beberapa pejabat El Salvador mengatakan sebanyak 7.000 orang berada di tempat penampungan darurat pemerintah.
Hujan lebat mulai mengguyur El Salvador, Sabtu malam, saat badai itu bergerak di sepanjang pantai Karibia di Amerika Tengah.
Badai Ida terjadi akibat sistem tekanan rendah di Samudra Pasifik sejak Sabtu, sehingga mengakibatkan hujan lebat, yang diduga berakhir Senin --ketika badai Ida mereda, demikian pernyataan Dinas Kajian Wilayah Nasional Salvador.
Pemerintah El Salvador mengumumkan "siaga oranye" di lima wilayah yang terpengaruh di bagian tengah negeri tersebut.
Kota praja Verapaz, 48 kilometer di sebelah timur El Salvador, telah melaporkan sedikitnya 10 korban jiwa dan 300 rumah hancur.
Menurut Direktur Perlindungan Sipil Jorge Melendes, Verapaz, kota San Vicente dan kota praja Guadalupe telah melaporkan tanah longsor dan banjir.(*Un)