berita2.com Kamis, 09 September 2010

 
You are here: Home Internasional
Banner

Internasional

Jangan Beritahu Perokok, Rokok Itu Mematikan

E-mail Cetak PDF

Singapura, (berita2.com) : Peringatan di kemasan rokok yang mengingatkan perokok mengenai konsekuensi mematikan, sebagai cara untuk menangani kematian yang tak terelakkan, malah membuat mereka merokok lebih banyak, kata beberapa peneliti.

Satu studi kecil oleh beberapa ahli ilmu jiwa dari Amerika Serikat, Swiss dan Jerman memperlihatkan peringatan yang tak berkaitan dengan kematian, seperti "merokok membuat anda tak menarik" atau "merokok membuat anda dan orang di sekeliling anda sangat rusak", lebih menarik dalam mengubah kebiasaan perokok.

Itu lah yang terjadi pada orang yang merokok untuk membangga-banggakan diri mereka, seperti pemuda yang melakukan kebiasaan tersebut untuk membuat orang lain terkesan atau mencocokkan diri dengan pasangan mereka atau nilai sosial mereka, kata para peneliti tersebut.

"Pada umumnya, ketika perokok menghadapi pesan antirokok yang berkaitan dengan kematian di kemasan rokok, semua itu menghasilkan upaya aktif seperti tercermin pada kesediaan mereka untuk melanjutkan prilaku merokok yang beresiko," kata studi itu.

"Untuk mengganti pesan antimerokok pada kemasan rokok, orang harus memperhitungkan bahwa pertimbangan kematian mereka malah membuat orang merokok," katanya.

Studi tersebut dilandasi atas 39 mahasiswa psikologi, yang berusia antara 17 dan 41 tahun, yang mengatakan mereka dulu adalah perokok.

Peserta studi itu mengisi daftar pertanyaan untuk memastikan seberapa jauh kebiasaan merokok mereka dilandasi atas kebanggaan pada diri, lalu diperlihatkan kemasan rokok dengan peringatan yang berbeda, dan kemudian setelah jeda 15 menit, semua mahasiswa tersebut ditanyai pertanyaan lain mengenai prilaku merokok mereka yang meliputi apakah mereka bermaksud berhenti.

"Di satu sisi, pesan peringatan yang tak berkaitan dengan kematian malah secara efektif mengurangi sikap merokok, jika peserta makin besar melandasi kebanggaan diri mereka pada merokok," katanya.

Para peneliti itu mengatakan temuan tersebut dapat dijelaskan oleh kenyataan bahwa peringatan seperti "merokok membuat anda tak menarik" mungkin sangat mengancam bagi orang yang percaya bahwa merokok membuat mereka merasa dinilai oleh orang lain atau meningkatkan citra diri mereka.

Studi itu disiarkan di Journal of Expermental Social Psychology.(*un)

Sekarung Uang Melayang Karena Disembunyikan di Tempat Sampah

E-mail Cetak PDF

Beijing, (berita2.com) : Seorang pria di Jinan, provinsi Shandong, Zhang Si, teledor membuang satukantung sampah yang berisi uang tunai sebanyak 90.000 yuang (13.200 dolar AS) baru-baru ini.

Zhang Si dan istrinya Zhang Ying merupakan usahawan yang berhasil mengelola bisnis kayu di kota tersebut.

Akhir November, Zhang Si membawa pulang uang tunai sebanyak 90.000 yuan, hasil dari bisnis kayunya. Karena merasa uang itu bisa dicuri orang, Zhang Ying menyimpan uang tunai tersebut di tempat sampah.

Hari berikutnya, sebelum pergi kerja, Zhang Si mengumpulkan kantung sampah dan memasukkannya ke dalam satu tempat sampah di pinggir jalan.

Pasangan itu baru menyadari kesalahan fatal mereka satu jam kemudian dan bergegas ke tempat penimbunan sampah, tapi gagal menemukan uang kontan mereka.(*un)

Helikopter Presiden India Tabrak Dinding Bangunan

E-mail Cetak PDF

Bhubaneshwar, India, (berita2.com): Helikopter Presiden India Pratibha Patil menabrak sebuah dinding bandara, Rabu, di kota wilayah timur, Bhubaneshwar, namun tidak ada yang terluka dalam insiden itu, kata sejumlah pejabat.

Baling-baling helikopter kenegaraan itu melengkung setelah salah satunya menghantam dinding bandara di Bhubaneshwar, ibukota negara bagian Orissa, India timur, kata mereka.

"Salah satu bilah rotor menghantam dinding bangunan ketika helikopter itu sedang melakukan pendaratan," kata direktur bandara Sanjay Jain.

"Tidak ada orang di dalam helikopter itu yang terluka," katanya kepada AFP.

Presiden Pratibha Patil (74), yang bulan lalu naik jet tempur Sukhoi-30 buatan Rusia, sedang menikmati liburan tiga hari di kawasan pesisir tersebut. (*/wan)

228 Jemaah Haji Indonesia Meninggal

E-mail Cetak PDF

Jeddah, (berita2.com): Dengan meninggalnya sembilan jemaah haji lagi sejak Senin lalu, seluruhnya 228 jemaah haji Indonesia wafat saat menunaikan ibadah Rukun Islam kelima di Tanah Suci.

Sistem Komunikasi Haji Terpadu Departemen Agama (Siskohat), Rabu (9/12) mengungkapkan nama-nama jemaah yang meninggal yakni Rabbana bin Wattu (77)N asal Ujungpandang, Ny. Aisyah bin Fatah (58) asal Campa, A Hanifah Ibrahim (43) asal Pinrang, Ny.Saripah bin Karsidi (74) asal Kudus.

Kemudian Mustafa Hasan (63) asal Surabaya, Ny. Baeduri Baharudin (62) asal Surabaya, Wismarini Zanir (46) asal Bukittinggi, Moh. Baisuni AK (71) asal Bangkalan dan Karjo bin Ukir (86)J asal Tulungagung.

Rabbana, Ny. Aisyah,Wismarini meninggal akibat penyakit yang berhubungan dengan fungsi alat pernafasan, Hanifah, Ny. Saripah, Mustafa, Baisuni dan Karjo akibat penyakit yang berhubungan dengan fungsi jantung, sementara Ny.Baeduri akibat shock. Kesembilan jemaah haji yang meninggal dikebumikan di TPU Syarafa, Mekah. (*/wan)

Iran Ancam Serang Instalasi Nuklir Israel

E-mail Cetak PDF

Teheran, (berita2.com): Menteri Pertahanan Ahmad Vahidi menyatakan, Rabu, Iran akan menyerang instalasi-instalasi Israel yang membuat bom-bom keji dan senjata nuklir jika mereka diserang oleh negara Yahudi tersebut.

"Tanggapan pertama kami adalah menyerang tempat-tempat dimana mereka membuat (senjata) kimia (atau) kuman, bom keji dan senjata nuklir," kata Vahidi kepada wartawan selama kunjungan ke Suriah, seperti dilaporkan kantor berita Iran Fars.

Israel, satu-satunya negara Timur Tengah yang memiliki senjata nuklir namun tidak diumumkan, tidak pernah mengesampingkan serangan militer terhadap fasilitas nuklir Iran untuk mencegah Teheran membuat senjata atom.

Iran berulang kali melakukan latihan perang dan memamerkan senjata baru untuk menunjukkan kesiapannya membalas aksi militer terhadap fasilitas nuklirnya.

Ketegangan menyangkut program nuklir Iran memuncak dalam beberapa pekan ini setelah mereka menolak perjanjian nuklir yang ditengahi badan atom PBB dan juga mengumumkan rencana untuk membangun 10 pabrik pengayaan uranium baru.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) sejauh ini menengahi sebuah rencana dimana Iran akan mengirim uranium yang diperkaya dalam tingkat rendah ke Rusia dan Perancis, namun Teheran telah menolak usulan tersebut.

Berdasarkan prakarsa itu, Iran diberi pilihan mengirim sekitar 75 persen uraniumnya yang diperkaya dalam tingkat rendah ke luar negeri untuk diubah menjadi lempeng bahan bakar bagi keperluan reaktor Teheran yang membuat isotop untuk perawatan kanker.

Ketika ditanya apakah penolakan Iran itu akan mengarah pada penerapan sanksi-sanksi baru, satu sumber yang mengetahui perundingan tersebut mengatakan bahwa ada pembahasan umum mengenai sanksi namun belum ada hal terinci yang mulai dibicarakan.

Negara-negara besar dunia ingin mengurangi cadangan uranium Iran itu hingga di bawah tingkat yang diperlukan untuk membuat sebuah bom atom -- jika uranium itu diperkaya dalam tingkat tinggi.

Israel dan sejumlah negara Barat menuduh Iran menggunakan program nuklirnya sebagai selubung untuk membuat senjata atom, namun Teheran bersikeras bahwa program nuklirnya hanya untuk kepentingan sipil damai.(*/wan)

Halaman 132 dari 184

Berita Terkait