berita2.com (Jakarta): Festival Kesenian Nasional Wadah/Organisasi Seni Budaya Provinsi DKI Jakarta yang berlangsung di Gandaria City Kebayoran Lama pada hari pertama Rabu 22 Desember 2010 diguyur hujan.
Meskipun begitu Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Arie Budhiman dan lebih dari 100-an penonton tidak beranjak,kecuali bergeser ke tempat yang teduh. Mereka asyik menonton pertunjukan itu sampai atraksi terakhir yaitu tari Kembang Tanjung dan Bajidor Kahot sampai selesai.
Meskipun sebutannya festival kesenian nasional, namun tari klasik barat yaitu balet juga ditampilkan. Begitu pula seni tradisi Jawa macapat yang berisi ajaran kehidupan juga ditampilkan dengan seorang penari.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) DKI Jakarta Arie Budhiman ketika membuka festival tersebut mengatakan, Jakarta sebagai ibukota NKRI yang penduduknya multietnis diamanatkan oleh Undang undang agar selalu mengembangkan dan meningkatkan apresiasi senibudaya lokal Betawi seiring dengan seni budaya nusantara lainnya yang ada di Jakarta.
Untuk itu sudah sering Disparbud DKI menampilkan berbagai kesenian di ruang publik terbuka seperti Gandaria City tersebut. Nyatanya, kata Arie Budhiman, masyarakat menyambutnya dengan cukup antusias. Walaupun begitu diharapkan agar para seniman Jakarta selalu berorientasi pada culturepreunership atau kewirabudayawanan.
“Saya memperkenalkan istilah baru yaitu culturepreuneur,” tandasnya. Artinya seniman diharapkan mengembangkan dan mengemas produk produk kesenian menjadi lebih berkualitas dan menarik sehingga kesenian tradisi pun dapat diapresiasi masyarakat secara luas sampai generasi mudanya.
Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat Disparbud DKI Jusuf Sugito sebagai penyelenggara menguraikan festival ini berlangsung 3 hari sampai dengan 23 Desember yang diikuti 20 wadah/organisasi dari 34 wadah yang ada.
Hari pertama ditampilkan musik angklung dari Asosiasi Musik Bambu Indonesia, tari Kabasaran dan Akarena dari Sulawesi, tari topeng Betawi, dan tari Sunda.
Hari kedua diisi musik kolintang, barongsai dan tari Dayak dari Kalikmantan, tari zapin dari Riau, dan tari soya soya. Sedang hari terakhir ini akan tampil operet , tari kontemporer, tor-tor, tari mempelai dari Maluku dan pergelaran wayang kulit Betawi. Kata Jusuf, bulan Oktober yang lalu setiap Sabtlu dan Minggu ditampilkan berbagai kesenian nasional dari tari tradisional Papua, Sumatera Selatan sampai Wayang Wong ditampilkan dalam festival serupa di FX Plaza Senayan, Jakarta Ternyata sambutannya positif terutama sambutan anak-anak muda sekitarnya. Waktu itu tidak kurang dari 15 organisasi menampilkan produknya yang terbaik.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya


















