berita2.com (Jakarta): Sebanyak 100 orang yang terdiri dari para siswa SMK Negeri 28, SMA Negeri 103 Jakarta Timur, mahasiswa Unindra Jakarta Selatan dan komunitas sanggar Pepadi (Perhimpunan Pedalangan Indonesia) DKI telah mengikuti workshop wayang kulit di Museum Wayang Jakarta yang berlangsung 18 November-15 Desember 2010.
Mereka terbagi dalam 5 angkatan dan kepada peserta selain diberikan ketrampilan memahat wayang kulit dan menyunggingnya juga diberikan peralatan pahat masing-masing satu set berisi 10-12 pahat. Kepala UPT (Unit Pelaksana Teknis) Musuem Wayang, Dachlan SK mengungkapkan hal itu Jumat yl.
“Dan yang menggembirakan mereka generasi muda itu sangat antusias mengikuti progam tersebut. Jadi tidak hanya berbangga wayang Indonesia telah diakui UNESCO tahun 2003 sebagai warisan budaya dunia, tetapi mereka ikut melestarikannya,” kata Dachlan.
Karena itu workshop wayang tesebut akan dilanjutkan untuk tahun 2011 mendatang dengan tingkat madya dan trampil. Dengan demikian diharapkan nantinya para peserta dapat membuat kerajinan wayang untuk cinderamata mendukung kepariwisataan Jakarta dan nasional.
Museum Wayang sebagai tempat wisata edukasi sejarah dan budaya juga menawarkan workshop pembuatan wayang karton bagi siswa SMP, wayang janur untuk siswa SMA/SMK dan mahasiswa serta pelatihan gamelan untuk siswa SD/SMP.
Sedangkan untuk anak TK diberikan acara mewarnaI gambar wayang. Koleksi wayang museum ini bertambah Oktober yang lalu dengan hibah Wayang Kulit dari Sawahlunto, Sumatra Barat buatan daerah itu sendiri tahun 1901. “Di sana sejak zaman Belanda kan banyak koeli kontrak dari Jawa. Mereka bekerja di perkebunan dan digaji,” ujar Dachlan.
Museum wayang memiliki fasilitas baru yakni tempat pemutaran film wayang 3 dimensi berkapasitas 24 orang. Direncanakan akan dibuka untuk pengunjung bulan Januari 2011. Tokoh wayangnya masih terbatas 9, antara lain Arjuna, Gatotkaca, Bima, Baladewa, Aswatama dan Anoman. “Sekarang masih kesulitan mencari operatornya,”
Pengunjung Museum Wayang tahun 2010 sampai akhir November 177.888 orang termasuk wisatawan asing 11.905 orang. Retribusi dari pengunjung yang disetorkan ke Kas Daerah juga meningkat lebih 200%.
Bila tahun lalu hanya Rp 100 juta, tahun ini sudah lebih Rp250 juta. Peningkatan ini karena begitu mudahnya akses ke lingkungan museum –museum di Kota Tua Jakarta sejak selesainya revitalisasi kawasan itu akhir 2007.
Menurut Kepala UPT Kota Tua H Candrian Attahiyat, dari 5 museum yang ada di kawasan ini, Museum Wayang menduduki peringkat kedua setelah Museum Sejarah Jakarta dalam jumlah pengunjungnya.
Tercatat pengunjung Museum Sejarah Jakarta tahun 2010 lebih 400.000 orang, sedangkan tahun lalu 301.868 orang termasuk 27.835 orang wisatawan asing. Untuk bulan November 2010 saja terdapat 34.951 orang pengunjung termasuk 2123 orang wisatawan mancanegara (wisman). Sedangkan tahun lalu 30.830 orang termasuk 958 orang wisman.
Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya