Solo, (berita2.com): Sekitar 2.000 siswa, mulai taman kanak-kanak (TK) hingga sekolah menengah pertama (SMP) melakukan kegiatan membatik Jalan Diponegoro di Kawasan Ngarsopuro, Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa.
"Anak-anak tersebut menggambar berbagai corak batik dengan kapur di jalan yang merupakan kawasan wisata Kota Solo," kata Penggagas acara tersebut, Mayor Haristanto.
Ia mengatakan, acara yang dilakukan oleh para siswa tersebut merupakan wujud penegasan bahwa batik adalah milik Indonesia dan dicintai oleh semua rakyat Indonesia.
"Kegiatan dengan melibatkan siswa-siswa ini dapat menumbuhkan kecintaan terhadap batik pada siswa-siswa tersebut," kata dia.
Dia mengatakan, dalam kegiatan massal tersebut para siswa juga diberi pengetahuan tentang ragam batik yang ada di Indonesia.
"Tidak hanya ragam batik yang disampaikan, kami juga memberikan wawasan kepada mereka mengenai filosofi di setiap corak batik yang ada," kata dia.
Melalui pengemasan acara yang menarik seperti itu, menurutnya, para siswa akan dapat lebih mengerti tentang ragam dan filosofi corak batik.
Selain itu, lanjut Mayor Haristanto, kegiatan tersebut diharapkan julukan Kota Solo sebagai kota batik semakin melekat di masyarakat.
Sementara itu, seorang peserta dari SD Yosodipuro Solo, Tika Agustin (11) mengatakan, dia sangat antusias pada aksi membatik jalan secara massal tersebut.
"Selain bisa berekspresi melalui lukisan batik, kegiatan seperti itu juga memberikan wawasan baginya tentang batik," kata dia.
Menurutnya, materi pelajaran tentang batik di sekolahnya masih minim, "Saya sangat senang ketika mengetahui di Solo akan ada materi pelajaran membatik," katanya.
Selain itu, kata Tika Agustin, dia berharap di setiap sekolah ada kegiatan ekstrakurikuler membatik. "Itu akan menarik minat kalangan siswa terhadap batik," katanya.
Setelah satu jam para siswa tersebut membatik, jalan sepanjang 300 meter tersebut menjadi semakin semarak dengan berbagai corak batik buatan para siswa tersebut.(*ek)


















