Magelang, (berita2.com): Dunia wayang Indonesia bisa menjadi sumber inspirasi untuk karya film animasi yang menarik dan memuat berbagai nilai pendidikan, kata Dekan Fakultas Film dan Televisi Institut Kesenian Jakarta Gotot Prakosa.
"Indonesia punya sekitar 360 bentuk wayang, itu bisa dieksplorasi menjadi karya animasi," katanya di sela Festival Film Animasi Indonesia 2009, di Magelang, Rabu.
Film animasi, katanya, bukan saja sebagai media hiburan bagi masyarakat tetapi juga menjadi sarana untuk penyampaian pesan dan nilai pendidikan.
Ia mengharapkan, pembuat film animasi mengeksplorasi khasanah budaya lokal di Indonesia menjadi karya mereka yang menarik untuk ditonton dan sarat dengan nilai.
"Terutama untuk ditonton masyarakat Indonesia, akan merasa lebih dekat jika materi animasi mengambil budaya sendiri," katanya.
Ia mencontohkan tentang kreativitas nenek moyang Bangsa Indonesia yang terlihat dalam tokoh wayang, petruk. Salah satu ciri utama tokoh itu adalah berhidung panjang.
Tokoh petruk dengan hidung panjangnya, katanya, memberi fantasi kepada penontonnya.
"Demikian juga dengan animasi lebih mengedepankan fantasi. Jika mengolah wayang menjadi karya animasi, pesan-pesannya akan lebih mengena masyarakat khususnya Jawa. Wayang itu fantasi Jawa yang dikembangkan filosofinya," katanya.
Film animasi berguna antara lain untuk penyampaian berbagai informasi, pesan, dan nilai kepada masyarakat secara menarik karena kekuatan fantasinya.
Festival Film Animasi Indonesia 2009 berlangsung di Magelang, Jawa Tengah, hingga 31 Oktober 2009, ditandai dengan pemutaran sekitar 200 film animasi dari dalam dan luar negeri antara lain di aula Kantor Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, SMK Yayasan Pendidikan 17 Kota Magelang, Univesitas Tidar Magelang Kota Magelang, lokakarya animasi, dan diskusi perkembangan film animasi Indonesia.(*ek)
































