berta2.com (Surabaya, Jawa Timur): Yayasan Caraka Mulia (YCM), pusat bahasa dan budaya Indonesia Belanda di Surabaya, memutar dua film selama Februari yaitu The Hell of ’63 dan IEPS!! The Hell of ’63 diputar di Salle France, Institut Français d’Indonésie – Centre de Surabaya (IFI - Surabaya) pada Senin (20/2/2012). Selain itu, ada pemutaran film Belanda berjudul IEPS!! setiap Rabu selama bulan ini.
The Hell of ’63 adalah film petualangan karya sutradara Fries-Belanda, Steven de Jong, yang didasarkan pada peristiwa sebenarnya dari perlombaan Elfstedentocht pada 1963. Mengisahkan bagaimana para ice-skater mengalami kondisi yang sulit untuk dapat menyelesaikan perjalanan yang sangat berat.
Di antara ribuan peserta, terdapat Henk seorang prajurit, Sjoerd seorang anak petani, Kees seorang buruh dan Annemik seorang paramedis. Keempatnya memiliki motivasi yang kuat untuk bisa mencapai garis akhir.
Kisah orang - orang yang ulet ini diselingi kehebohan pers dan ketegangan dalam ruang sidang para pengawas perlombaan. Mereka harus membuat pilihan apakah perlombaan dapat dilanjutkan dalam keadaan cuaca ekstrim dengan temperatur sekitar 19 derajat dibawah nol, banyaknya retakan berbahaya di permukaan es dan bukit - bukit bersalju.
Di tayangan televisi tampak kilasan berita - berita pada masa itu, seperti presenter Koos Postema yang sedang merokok dan Ratu Juliana yang tiba dengan menggunakan helikopter.
Sedangkan IEPS!! merupakan film anak-anak - berbahasa Belanda berdurasi 81 menit. Mengisahkan tentang Viegeltje, seorang gadis kecil yang tak mempunyai sepasang tangan melainkan sepasang sayap. Seorang pengamat burung bernama Warre menemukannya di semak belukar dan membawanya pulang. Ia bersama isterinya Tine lalu membesarkan anak tersebut.
Namun Viegeltje bukanlah seorang anak biasa. Naluri unggasnya membuat ia terbang pergi dari rumah bersama kelompok burung yang sedang melakukan migrasi ke arah selatan. Dimulailah perjalanan petualangan yang panjang dan mengkhawatirkan oleh orang tua Viegeltje untuk menemukan anak gadisnya. Berhasilkah mereka menemukan Viegeltje dan terus membesarkannya hingga menjadi seorang gadis normal.
Koordinator Kebudayaan YCM, Listya Sidharta, mempersilahkan masyarakat untuk menyaksikannya. “Silahkan ajak teman dan keluarga untuk menonton. Acara ini terbuka untuk umum dan tidak dipungut biaya,” ujarnya. (natalia)


















