berita2.com (Surabaya, Jawa Timur) Karya dan pencapaian seseorang atas sesuatu layak diapresiasi. Begitu pula karya dan pencapaian seniman perupa. Ini dilakukan oleh Emmitan Ca Gallery yang memberikan penghargaan kepada 9 perupa Jatim atas pencapaian mereka dalam Biennale Jatim # 4.
Kesembilan perupa tersebut adalah Agung Tato, Dukan Wahyudi, X-Go Warhol, Keo, Yosa, Ruddy Margono, Helmi, Jopram dan Layin.
Penghargaan diserahkan oleh Hendrotan, kolektor dan pemilik Emmitan, pada Kamis (05/01/2012), berupa kanvas ukuran 20 meter x 10 meter, yang diterima secara simbolik oleh Agung Tato.
Menurut Agus Koecink, Kurator Emittan, kanvas besar tersebut memiliki makna agar para perupa tersebut terus berkarya dan lebih berprestasi. Penghargaan ini untuk memicu semangat para perupa di Jatim untuk selalu bereksplorasi.
Ia mengatakan, kesembila perupa tersebut terpilih karena melakukan eksplorasi baru dalam gagasan atau medianya. Karya mereka dinilai oleh tim kurator layak mendapat penghargaan.
Agus menjelaskan, Biennale Jatim # 4 diselenggarakan pada 2011 bekerja sama dengan galeri – galeri dan media massa di Surabaya. Event ini mendapat sambutan hangat masyarakat, pecinta seni, kolektor maupun pasar seni rupa.
“Atas ide dan inisiatif Pak Hendrotan, maka dilakukan pemilihan perupa Biennale Jatim # 4 berdasarkan proses kreatif pencapaian bentuk karya seni dan semangat eksplorasi dalam menekuni bidang kesenirupaannya,” tuturnya.
Salah seorang perupa, Agung Tato, menerima penghargaan ini untuk kedua kali. Ia mengatakan gembira sekaligus bangga karena ini merupakan penghargaan atas karya dan pencapaiannya.
“Ini semacam rapor atas prestasi kita yang mendorong kita untuk terus berkarya,” tutur perupa yang menampilkan karya seni instalasi dalam event tersebut.
Agung menilai, Biennale Jatim merupakan momen penting untuk menampilkan hasil karya yang bagus, sehingga ia tak menyia – nyiakan kesempatan ini untuk menampilkan yang terbaik. Ia bersyukur, ternyata karyanya mendapat penghargaan.
Agung menggeluti seni rupa sejak 1999 dalam bentuk seni instalasi maupun lukisan. Perupa kelahiran Surabaya, 24 Mei 1970 ini, menggelar pameran pertama kali di Jogja pada 1999 disusul di kota – kota lainnya yaitu Jakarta, Surabaya, Bandung dan Bali. Ia juga pernah berpameran di luar negeri seperti di Jepang dan Berlin pada 2003 serta di New York pada 2010. (natalia)