
berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) di Surabaya menghadirkan seniman muda Prancis, Alexandre Eudier, (baca: alexandre edié, è seperti kué) untuk memamerkan karya di galerinya selama 18 – 31 Oktober.
Event digelar sebagai partisipasi dalam Biennale Seni Rupa Jatim ke-4 yang diikuti para seniman besar Jatim dan nasional. Event tersebut mengambil tema Transposisi untuk mendukung seni kontemporer. Selain di CCCL, event digelar di Galeri Surabaya, House of Sampoerna, Galeri Seni AJBS, Orasis dan GO Art Space.
Atase Pers CCCL Surabaya, Pramenda Krishna, mengatakan pada Selasa (18/10/2011), Eudier menampilkan karya seni rupa antara lain lukisan, relief, neon box, fotografi dan instalasi dari bambu dalam pameran bertajuk Kamar Kosong. Pembukaan diikuti diskusi bersama Eudier.
Tergugah oleh keadaan yang berbeda dengan di Eropa ketika berada di Bali pada 2010, Eudier menyajikan konsep sindiran dalam proyek seni yang dinamakan Kamar Kosong. Dosen seni rupa di Prancis ini menemui kesenjangan antara standar bintang lima ala Eropa dengan realita di Bali, dimana kemewahan bercampur dengan keadaan semrawut.
Eudier terkesima oleh serbuan polusi visual dari papan promosi. Ia melihat reklame besar di setiap sudut strategis, dipaku ke pohon-pohon di sepanjang sawah, ditempelkan di dinding toko dan warung, dipromosikan secara online dan di semua koran. Juga penawaran tempat tinggal dalam segala bentuk melanda Bali. Eudier menilai hal ini sebagai ceruk ekonomi penting, investasi real estate yang memiliki prospek menguntungkan.
Eudier lalu memutuskan untuk mengembangkan konsepnya tentang promosi palsu dan menjual mimpi atau angin dengan menciptakan sebuah ’perusahaan utopia’ yaitu perusahaan Kamar Kosong. Ia memboyong perusahaan imajiner ini ke Jawa.
Eudier yang lahir pada 1980 ini akan berada di Surabaya hingga 4 November. Ia akan bertemu dan memberikan workshop bersama seniman dan mahasiswa di Surabaya dan Malang. (natalia)