berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): AJBS Gallery, Surabaya, akan menggelar pameran seni rupa kontemporer bertema Aduk Sera Aji Keteng yang berlangsung selama 18 – 28 September.
Menurut kurator pameran, Wayan Kun Adnyana, kalimat Aduk Sera Aji Keteng adalah ungkapan yang diambil dari tradisi lokal Bali. Ini menunjuk pada perilaku keseharian yang senantiasa diminta awas pada hal remeh-temeh.
Event ini akan memajang karya 23 perupa kontemporer Bali yaitu Putu Aan Juniarta, Putu Agus Suyadnya, Komang Agus Wijaya, Kadek Agus Ardika, Made Galung Wiratmaja, Made Supena, Nyoman Sujana Kenyem, Rio Saren, Nengah Sujena, Arya Sucitra, Budi Kuswara, Wayan Legianta, Wayan Upadana, Gusti Alit Cakra, Ida Bagus Sindhu Putra, Made Mahendra Mangku, Made Toris Mahendra, Ketut Suwidiarta, Nyoman Adiana, Ketut Lekung Sugantika, Made Wiguna Valasara, Putu Adi Gunawan dan Dalbo Suarimbawa.
Menurut Direktur AJBS Gallery, Soebagio Widjaja, pameran ini secara khusus menghadirkan perupa-perupa Bali karena selama ini Bali dikenal sebagai salah satu kiblat seni rupa di Indonesia. Banyak perupa dari pulau tersebut yang berprestasi dan sudah malang – melintang di dunia seni rupa internasional.
“Para perupa yang dipilih ini merupakan perupa muda yang progresif dalam berkarya, sekaligus menunjukkan karakter baru perkembangan seni rupa Bali dan nasional. Mereka pernah menggelar pameran di luar negeri. Beberapa di antara mereka masuk pilihan dalam Indonesian Eye oleh Saatchi Gallery, London,” ujar Soebagio pada Jumat (16/09/2011).
Dengan kehadiran para perupa Bali tersebut, diharapkan masyarakat pencinta seni rupa di Surabaya dapat mengapresiasi perkembangan seni rupa Bali.
Soebagio mengatakan, masyarakat bisa memiliki karya mereka yang dibandrol Rp 10 juta – Rp 50 juta. Ia tak menargetkan nilai transaksi yang tercapai karena ini bukan pasar jual beli.
“Yang penting karya mereka mendapat respon bagus dari masyarakat,” ujarnya. (natalia)