berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Munculnya boyband di blantika musik Indonesia tak menyurutkan kiprah band yang beranggota para musisi senior dan matang seperti Atmosfera.Band ini telah merilis album Negeri Cinta yang berisi 11 lagu yaitu Diam, Negeri Cinta, Terbang, Sampai Akhir, Jangan, Kasihku, Panggil Aku, Bersama Selamanya, Heavenly Earth Dance, Lepas dan Indira.
Atmosfera beranggota Fitra sebagai vokalis, Fadhil Indra (drum), Terry Manuputty (bass), Earl Pramudjie (gitar) dan Iwan Hasan (gitar, kibor, harpgitar dan vokal). Band ini mengusung aliran musik pop yang dipengaruhi elemen rock, klasik, world music, new age maupun sedikit jazz.
Kekuatan bermusik Atmosfera tak lepas dari pengalaman bermusik para personilnya. Masing-masing memiliki kemampuan dan pengalaman bermusik yang berbeda. Namun mereka melebur ego masing-masing ke dalam wadah yang menampung dan meramu ekspresi bersama.
Misalnya Iwan Hasan, pendiri Atmosfera adalah gitaris yang memiliki reputasi internasional. Ia kuliah musik di Willamette University, AS, dan telah malang-melintang di industri musik Indonesia sebagai arranger orkestra dalam lagu-lagu hit dari band-band papan atas seperti Ungu, ST 12 dan Boomerang.
Sebagai pemain harpgitar solo, Iwan ambil bagian dalam album kompilasi Beyond Six Strings di AS yang berisi permainan musik 13 pemain harpgitar. Iwan merupakan satu-satunya dari Asia.
Fitra adalah vokalis jazz dan arranger antara lain sebagai arranger brass section White Shoes and the Couples Company. Ia juga telah merilis album solo berisi lagu-lagu berbahasa Karo yang beredar di Sumatra Utara.
Sedangkan Fadhil banyak menulis lirik lagu dalam album Negeri Cinta. Ia musisi yang aktif di lingkungan musik progresif Indonesia sebagai anggota grup KIP, Montecristo, maupun sebagai produser album pertama grup Miracle. Ia juga pernah tampil di Jerman, AS, Meksiko dan Swiss bersama grup Discus.
Discus adalah satu-satunya grup musik Indonesia yang disebut dalam buku Progresive Rock Handbook oleh Jerry Lucky keluaran Kanada pada 2008.
Salah satu lagu di album tersebut adalah Negeri Cinta ciptaan Iwan dan lirik oleh Fadhil. Di sini tampil bintang tamu Maya Hasan yang memainkan harpa. Interlude instrumented lagu ini mengandung kutipan musik klasik berjudul Sheep May Safely Graze dan Minuet I karya komponis Jerman, J.S.Bach.
“Lagu ini memberikan pesan perlunya negeri yang penuh cinta,” ujar Iwan sebelum penampilan Atmosfera di Colors Pub pada Senin (21/11/2011) malam.
Iwan optimistis, Negeri Cinta bisa diterima publik Indonesia karena bersifat lintas genre yang merangkul semua kalangan dan usia.
Fitra menambahkan, merilis album yang bisa diterima masyarakat luas merupakan tantangan besar dan Atmosfera berani menjawabnya. (natalia)


















