berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Banyak cara untuk menyambut atau memperingati Hari Pahlawan yang jatuh pada 10 November. Salah satunya dengan menggelar Lomba Band Akustik Lagu Perjuangan yang diadakan Surabaya Plaza Hotel (SPH) pada Selasa (08/11/2011).
General Manager SPH, Yusak Anshori, mengatakan acara ini diadakan dalam rangka Hari Pahlawan. Lomba diperuntukkan umum, namun diikuti lebih banyak kelompok pelajar.
“Acara ini bisa memupuk rasa nasionalisme serta menyalurkan bakat dan kreativitas anak muda Surabaya,” ujarnya.
Lomba diikuti 15 grup, masing-masing beranggota maksimal lima orang yang harus membawakan lagu wajib Bangun Pemuda Pemudi dan lagu pilihan. Ada lima lagu pilihan yaitu Juwita Malam, Pahlawan Merdeka, Gugur Bunga, Nyiur Hijau dan Melati di Tapal Batas. Peserta bebas mengaransemen lagu.
Penampilan mereka dinilai tiga juri, salah satunya dari SPH, berdasarkan kekompakan, aransemen dan suara.
Tiap grup membawa peralatan musik masing-masing. Ada yang membawa peralatan lengkap termasuk biola, rebana, tifa dan angklung. Namun ada kelompok yang tampil secara acapella.
Dari sisi busana, ada grup yang memakai batik, ada yang berkaos atau bercelana doreng, ada yang berbusana serba hitam dengan pin garuda di dada, ada pula yang berseragam putih-putih. Juga ada yang memakai ikat kepala merah putih.
Dari sisi musik, ada grup yang membawakan lagu-lagu dalam irama jazz. Ada pula yang berirama rancak seperti grup Tiyang Gangsal (Lima Orang) yang beranggota Riki, Effendi, Syamsul, Joko dan Andi (vokalis) yang masih kelas 3 SMP.
Mereka menyanyi dengan kompak dan dinamis diiringi peralatan musik lengkap mencakup gitar, conga, jimbe, ukulele dan angklung. Suara mereka juga enak. Penampilan mereka mirip Klanthing yang terkenal lewat ajang Indonesia Mencari Bakat di televisi.
Penampilan mereka memang menonjol dibandingkan para peserta lain sehingga mengundang aplaus. Tak heran Tiyang Gangsal meraih Juara I. Menurut Andi, mereka cuma berlatih tiga hari untuk persiapan ikut lomba. Ia mengatakan, Tiyang Gangsal sudah sering menang lomba. Mereka juga sering mendapat job manggung di banyak tempat dan event, termasuk pada malam tahun baru nanti.
Tiyang Gangsal merupakan anggota Komunitas Seniman Jalanan yang biasa mangkal dan ngamen di Terminal Joyoboyo, Surabaya. Grup ini satu komunitas dengan Klanthing. Tak heran gaya mereka mirip.
"Kami senang dan bersyukur meraih Juara I. Kami akan berupaya untuk terus berprestasi di event atau ajang yang lebih besar. Kalau prestasi bagus, nanti kan dikenal masyarakat luas,” ujar Andi. (natalia)

















