berita2.com (Jakarta): Dua sutradara Obama Anak Menteng Demian Dematra dan John De Rantau berseteru soal status filmnya. Lebih dari itu, keduanya saling mengancam.
"Saya tidak mau menjudge masalah kualitas. Ini proyek saya, film ini karya saya. Misi saya di film ini mempromosikan pluralisme, mempromosikan hubungan baik Indonesia dan Amerika, bukan bikin kacau," ungkap Damien Dematra, saat ditemui di Dharmawangsa Squere, Dharmawangsa, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Rabu (23/6/2010).
Pernyataan Damien menyangkut peseteruannya dengan John De Rantau, yang bekerjasama dengannya sebagai sutrada di film Obama Anak Menteng atas kesepakatan dengan rumah produksi Multivision Pictures.
Damien pun mengatakan, "kru-kru film saya ini adalah orang-orangnya dia. Malah mereka mengancam saya melalui BBM. Ada kok bukti ancamannyan saya masih simpan. Ancamannya bahwa jika saya datang ke lokasi lagi, saya akan digebukin."
Damien menambahkan, "Masalahnya, berawal ketika saya memberikan masukan dia (John) tidak terima, karena tidak terima ya saya melaporkan ke produser yang lebih tinggi. Dan sebenarnya John itu saat itu sudah mau dipecat. Cuma karena pada saat itu sedang produksi dan kita mengejar tanggal 15 Juni 2010. Jadi lebih penting Obama melihat dari pada masalah intern."
Parahnya lagi, menurut Damien, mengakui film Obama Anak Menteng adalah karyanya. Damien tak bisa terima pengakuan itu.
"Dia lupa ini estafetnya dari mana. Bahkan sampai saya mengalah nama saya di taruh urutan kedua, bagi saya nggak masalah. Tapi tolong diperhatikan film ini ada dua sutradara, bukan dia aja yg jadi sutradara," tuturnya seperti dilansir inilah..com.
Berusaha beradamai, Damien yang mengatakan filmnya sudah proses pasca produksi di bangkok, Thailand tak ingin mempermasalahkannya secara hukum.
"Saya tidak mau bermain di wilayah hukum. Kecuali dia mau main di situ. Saya siap, saya akan melayani," pungkasnya. Sampai berita ini diturunkan, baik pihak John maupun Multivison belum bisa dimintai keterangannya.
Sekadar mengingatkan, Obama Anak Menteng berkisah tentang masa kecil presiden Amerika Serikat Obama saat tinggal di kawasan Menteng Jakarat Pusat. Film tersebut seharusnya tayang 15 Juni 2010. Namun karena Obama gagal datang ke Indonesia, film tersebut akhirnya ditunda penayangannya.