berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Yayasan Caraka Mulia Surabaya yang merupakan Pusat Bahasa dan Kebudayaan Indonesia Belanda, bekerja sama dengan Erasmus Huis Jakarta dan Pusat Kebudayaan Prancis (CCCL) Surabaya, akan memutar film tentang Sinterklaas di Salle France CCCL Jl. Darmokali, Surabaya pada Senin (05/12/2011).
Judul film tersebut adalah Sinterklaas en de Verdwenen Pakjesboot atau St. Nicholaas and the Missing Presents Boat dalam Bahasa Inggris. Pemutaran film ini untuk menyambut Natal. Sinterklaas merupakan film produksi Belanda pada 2009 bergenre drama keluarga yang berdurasi 95 menit. Film ini disutradarai oleh Martijn van Nellestijn dengan para pemain yaitu Wim Rijken, Pamela Teves, Hetty Heyting dan Inge Ipenburg.
Menurut Listya Sidharta, Koordinator Kebudayaan YCM, film tersebut menggunakan Bahasa Belanda dengan teks terjemahan Bahasa Inggris. Jadi tak perlu khawatir jika tak mengerti Bahasa Belanda.
Sinterklaas en de Verdwenen Pakjesboot mengisahkan tentang hilangnya kapal yang membawa hadiah untuk anak-anak. Kisah dimulai dari puri milik St. Nicolas di Spanyol. Ketika ia dan Diego tiba di pelabuhan, kapal yang memuat bermacam hadiah untuk anak-anak telah hilang. St. Nicolas kemudian ikut dalam petualangan untuk menemukan kapal itu kembali. Mereka harus berpacu dengan waktu untuk segera menemukan kapal itu.
“Ini sebuah film keluarga yang menggairahkan. Mengisahkan petualangan yang dimulai dari Spanyol, membawa kita menyeberang ke Belgia dan Belanda,” ujar Listya.
YCM juga akan memutar film bulanan berjudul Crusade in Jeans atau Kruistocht in Spijkerbroek selama Desember. Film ini diputar di YCM Jl. Dr. Wahidin 36, Surabaya, setiap Rabu mulai 7 Desember dengan jam tayang pukul 11. 00, 15.00 dan 18.00.
Crusade in Jeans bergenre drama petualangan dengan durasi 120 menit. Film ini diproduksi The Kasander Film Company (NL) pada November 2006 dengan sutradara Ben Sombogaart. Dibintangi oleh Joe Flynn, Stephanie Leonidas, Emily Watson dan Michael Culkin. Film menggunakan Bahasa Inggris dengan teks terjemahan Bahasa Belanda.
Film ini mengisahkan pengembaraan seorang anak zaman modern yang terlempar ke abad pertengahan yang suram, di mana ia menemukan iman, teman dan cinta. Namun akhirnya kehilangan semuanya.
Dolf Vega, seorang pemuda berusia 15 tahun memulai petualangan ketika ia menggunakan mesin waktu menuju abad pertengahan. Setelah diserang dan lehernya terluka, ia diselamatkan oleh Jenne, seorang wanita yang penuh semangat dan cantik. Ia termasuk 10 ribu anak yang ikut Perang Salib untuk mencapai Yerusalem.
Dolf bergabung dengan rombongan Jenne dan membantu teman-teman barunya menaklukkan medan gunung yang mengerikan, mengatasi penyakit menular dan melawan perampok. Akhirnya ia menyadari bahwa musuh yang tersisa di Perang Salib itu adalah Anselmus, pemimpinnya sendiri yang berkharisma. Pria itu menggunakan anak-anak untuk tujuan akhirnya sendiri yang mengerikan.
Listya mempersilakan masyarakat untuk menonton kedua film tersebut karena terbuka untuk umum dan gratis. Untuk film Crusade in Jeans, kita bisa menonton dengan waktu yang fleksibel. Namun karena keterbatasan tempat, harus reservasi tempat sebelumnya. (natalia)


















