berita2 (Surabaya, Jawa Timur): Suasana heboh mewarnai Meet & Greet film Tendangan dari Langit (TDL) di Royal Plasa Surabaya pada Sabtu (3/9) sore. Suara riuh tepuk tangan, sorakan, seruan bahkan teriakan yang memekakkan telinga terdengar bersahutan memenuhi lokasi.
Kehebohan itu berasal dari histeria audiens yang menyambut kehadiran tiga pemain utama TDL di panggung Meet & Greet. Umumnya mereka adalah remaja putri yang sudah lama menunggu kehadiran bintang pujaan mereka, terutama Giorgio yang berwajah indo tampan.
Yosie, Joshua dan Giorgio merespon sambutan para penggemar mereka dengan hangat. Mereka berinteraksi dengan audiens yang tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk mengabadikan dengan kamera atau ponsel.
Kehadiran Yosie, Joshua maupun Giorgio ke Surabaya dalam rangka mempromosikan TDL yang diputar di seluruh Indonesia mulai 25 Agustus. Surabaya merupakan salah satu kota yang dikunjungi dalam tur promo ke 10 kota.
Yosie, Joshua maupun Giorgio mengaku senang bisa berkeliling kota untuk mempromosikan film tentang sepakbola tersebut dan bertemu para penggemar. Ini menunjukkan TDL mendapat respon bagus terutama dari kaum muda yang memang menjadi sasaran film tersebut.
Di sini, Yosie Kristanto memerankan Wahyu, Joshua sebagai Purnomo, sedangkan Giorgio memerankan tokoh antagonis Hendro. Film ini juga dibintangi beberapa pemain terkenal yaitu Agus Kuncoro, Yati Surachman, YM Tarzan, Toro Margens dan seniman Sujiwo Tejo. Juga menampilkan bintang sepakbola Irfan Bachdim dan Kim Kurniawan.
TDL disutradarai Hanung Bramantyo dan diproduksi Sinemart Pictures. Mengisahkan cita-cita seorang remaja dari Bromo bernama Wahyu untuk menjadi pemain sepakbola terkenal. Ia mengidolakan pemain Persema, Irfan Bachdim, dan berharap bisa bertemu dengannya suatu saat. Setelah melalui perjuangan yang berliku, akhirnya harapan Wahyu menjadi kenyataan.
Namun perjuangan Wahyu harus melewati berbagai rintangan, termasuk dari orang tuanya yang tak setuju ia menjadi pemain sepakbola. Ia juga menghadapi sikap menentang pamannya yang punya rencana tersendiri. Wahyu pun harus memilih antara sepakbola dan kekasihnya, Indah.
Yosie mengatakan, syuting berlangsung selama 22 hari yaitu 15 hari di kawasan Bromo dan seminggu di Malang. Ia mengaku kedinginan di Bromo, namun bersyukur bisa melewati hari-hari itu dengan baik.
“Memang berat, tapi syukurlah semua berjalan baik. Aku berharap film ini sukses. Yang tak kalah penting, bisa memotivasi remaja Indonesia, khususnya pecinta sepakbola, untuk berprestasi,” ujar remaja asal Malang kelahiran 14 Januari 1995 yang kini duduk di kelas 3 SMA Charis National Academy ini.
Yosie berhasil lolos audisi yang berlangsung di Jakarta, Bandung dan Malang yang diikuti sekitar seribu peserta. Dari jumlah tersebut diambil 20 remaja untuk mengikuti karantina di Jakarta yang akhirnya meloloskan Yosie untuk memerankan Wahyu.
Pelatih Persema, Timo Scheunemann, mengatakan TDL bisa memberi inspirasi dan dorongan bagi para pemain muda sepakbola untuk berprestasi. Irfan juga berharap TDL membawa pengaruh positif bagi penonton maupun masyarakat, terutama pecinta sepakbola.
Pernyataan senada dilontarkan Irfan Bachdim “Saya harap kaum muda terinspirasi oleh film ini bukan hanya karena ada saya, tapi juga oleh karakter Wahyu. Ia mewakili sosok yang punya kemauan kuat untuk mewujudkan cita-cita,” ujarnya. (natalia)