Yogyakarta, (berita2.com): Film "action" Serigala Terakhir promosi ke masyarakat melalui buku yang berisi foto-foto seputar pembuatan film tersebut.
"Buku, selain sebagai sarana promosi, juga ingin berbagi pengetahuan kepada masyarakat tentang seluk beluk pembuatan film," kata produsernya Adiyanto Sumarjono saat peluncuran buku di toko buku Gramedia Ambarukmo Plaza Yogyakarta, Kamis.
Ia mengatakan buku tersebut didominasi foto-foto "behind the scenes", bukan dalam bentuk novel.
Menurut dia buku tersebut merupakan hasil kerja sama dengan Gagas Media dan lazimnya buku-buku lainnya, sebanyak 10-15 ribu lembar buku telah dicetak pada cetakan pertama.
"Jika peminatnya banyak, buku tersebut akan dicetak lagi untuk memenuhi permintaan," katanya.
Menyangkut film Serigala Terakhir yang disutradarai Upi, ia menyatakan berkisah tentang kesetiaan dalam persahabatan yang tengah diuji oleh beragam konflik.
Proses syuting film yang menghabiskan dana Rp10 miliar tersebut dilakukan dalam waktu 41 hari atau meleset dari perkiraan semula yang ditargetkan 25 hari.
"Kami memperkirakan hanya akan menghabiskan dana Rp5-6 miliar, tetapi dengan waktu syuting yang lebih lama, maka anggarannya bertambah," kata Adiyanto.
Film tersebut diperankan enam artis muda, yaitu Vino G Bastian yang berperan sebagai Jarot, Fathir Muchtar (Ale), Reza Pahlevi (Fatir), Dallas Pratama (Jago), Dion Wiyoko (Lukman), dan Ali Syakieb (Sadat).
"Saya pikir film ini adalah tentang kesetiaan. Tetapi setiap orang yang melihat film ini pasti akan mendapatkan kesan yang berbeda-beda," katanya.
Selain itu, kata dia, pesan yang ingin disampaikan dalam film tersebut adalah tentang perasaan cinta yang universal, yaitu cinta antara sahabat, orangtua, keluarga dan kekasih.
Ditanya adegan kekerasan yang cukup menonjol dalam film tersebut, Fathir berharap film tersebut ditonton oleh remaja atau orang dewasa sehingga bisa memilah mana yang baik dan buruk karena dikhawatirkan apabila ditonton oleh anak kecil, dampaknya akan kurang baik. (SS)


















