berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Menyantap mie sudah biasa bagi kita karena bisa dibilang ini makanan sehari – hari selain nasi dan roti. Mie terdiri dari beberapa macam yang bisa diolah secara sederhana atau dengan variasi tertentu. Bisa pula tanpa tambahan bahan atau pilihan topping sesuai selera.
Diolah sederhana biasanya berupa mie instan yang cukup direbus dengan air menggunakan bumbu kemasan menjadi mie kuah atau mie goreng. Sedangkan diolah dengan variasi tertentu misalnya ala Italia seperti spagheti.
Di tangan Eko Sugeng Purwanto, Executive Chef dan Director F&B Surabaya Plaza Hotel (SPH), mie diolah menjadi santapan lezat yang mampu menggoyang lidah. Ia menamai hasil kreasinya Mie Jemblung dan Mie Tali.
Dinamai Mie Jemblung karena porsinya besar, cukup untuk mengenyangkan 2 – 3 orang yang bisa membuat perut buncit atau jemblung (Bahasa Jawa). Sedangkan Mie Tali dinamai demikian karena ala Italia. Mie Jemblung adalah mie tradisional, sedangkan Mie Tali merupakan kreasi dari pasta. Italia.
Eko menjelaskan, Mie Jemblung terbuat dari tepung dan telur ayam, tanpa bahan pewarna dan pengawet sehingga aman dikonsumsi. Campuran lainnya adalah udang, daging ayam dan sawi hijau dengan bumbu daun bawang, sesame oil, fish gravy, saus tiram, kecap manis, chicken powder, bawang putih, garam dan merica bubuk.
Cara mengolahnya mudah. Bawang putih ditumis sampai layu, lalu masukkan telur, udang dan sayuran. Tambahkan kaldu ayam dan bumbu – bumbu lainnya. Kemudian masukkan mie lalu aduk sampai rata. Siap disantap.
“Rasanya gurih dan agak manis. Bisa diterima lidah orang Indonesia umumnya maupun orang asing,” ujar Eko pada Kamis (05/01/2012)
Untuk Mie Tali, ada 3 macam yaitu Pene, Spagheti, Fussili dan Fetucini dengan 4 pilihan topping yaitu marinara seafood, meatball (bola daging), napolitano dan iga. Napolitano beerbahan tomat dan jamur yang cocok untuk vegetarian.
Jika Eko membuat sendiri bahan Mie Jemblung, ia menggunakan mie yang sudah jadi untuk Mie Tali, namun mengolahnya dengan resep sendiri yang tak sulit untuk dipraktekkan di rumah.
Untuk aneka topping Mie Tali, bahannya antara lain bola daging atau daging cincang, udang dan jamur yang diolah dengan demiglash, keju parmesan, daun basil, minyak zaitun, bawang putih, garam dan merica bubuk.
Cara mengolahnya juga mudah. Rebus pasta sampai matang. Tumis bawang putih dan daun basil dengan minyak zaitun. Tambahkan garam, lada dan daging sesuai selera, lalu taburi keju permesan. Siap dinikmati.
“Rasanya gurih dan agak asam tapi segar. Gurih dari kejunya, sedangkan asam dari saus tomat, juga beraroma daun basil. Mie Tali cocok untuk lidah Indonesia maupun orang asing, tapi mungkin lebih disukai orang asing,” ujar Eko.
General Manager SPH, Yusak Anshori, mengatakan Mie Jemblung maupun Mie Tali merupakan kreasi hotelnya untuk menarik pecinta kuliner dan memikat tamu hotel. Sebagai hotel di tengah kota dan bersebelahan dengan mal, SPH harus kreatif dalam menjaring tamu.
“Kami harus kreatif dan inovatif dalam menjaring tamu. Salah satunya melalui kuliner agar tamu tak perlu keluar hotel untuk makan di mal,” ujarnya.
Yusak menambahkan, kedua menu tersebut juga bisa menjadi alternatif bagi mereka yang bosan menyantap nasi dan menginginkan menu alternatif.
Nah, mau Mie Jemblung atau Mie Tali? Pilih saja sesuai selera. (natalia)