
berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): LaSalle College Internasional Surabaya menampilkan sesuatu yang berbeda dalam menyambut Natal. Sekolah mode ini menampilkan busana dan Pohon Natal bertema Classic, Ethnic and Unique in Christmas karya siswa dan alumninya pada Senin (19/12/2011).
Menurut Shelly Walean, Marketing Admission Advisor LaSalle, pihaknya selalu menampilkan karya siswa maupun alumni dalam menyambut event tertentu seperti Lebaran dan Natal. Kali ini menampilkan busana dan Pohon Natal yang lain dari yang lain karya siswa program Advanced Diploma Desain Interior serta siswa dan alumni Advanced Diploma Fashion Design.
Ia menjelaskan, busana bernuansa Natal merupakan karya Gabriel Soegiyono, Tri Yuni Lisa Puti Wijaya dan Margareth Putri Alim yang masing-masing menampilkan satu busana. Warna yang diaplikasikan adalah merah dan gold karena Natal identik dengan kedua warna tersebut. Bahan busana dari sifon dan katun tebal dengan taburan payet dan borci sehingga berkesan glamor. Sedangkan kesan etnik tampak pada motif batik yang menunjukkan ciri khas Indonesia.
Untuk Pohon Natal, tidak harus dari pohon hidup atau berbentuk pohon sebagaimana lazimnya, namun bisa berupa kreasi yang juga menarik dan unik sekaligus etnik.
LaSalle menampilkan karya empat siswa. Yury Acevedo Hoyos menampilkan Pohon Natal dari kain batik. Wanita ini berasal dari Venezuela, namun pecinta batik. Pohon Natal lainnya terbuat dari kardus dengan konsep penetrating ditambah hiasan lampu karya Hertatik Cahyono.
Sementara Hadijanto Tjokrowidjojo membuat Pohon Natal dari botol minuman setinggi 7 susun dengan hiasan lampu di dalamnya. Sedangkan Sakuntala Verlista membuat Pohon Natal dari kawat kasa dipadu bola – bola Natal dan lampu yang berkesan unik.
Susan, koordinator program Advanced Diploma Design Interior, sengaja membuat konsep recycling, stacking (penyusunan) dan penetrating dalam pembuatan Pohon Natal dari bahan daur ulang.
“Ini bisa jadi tips dan trik bagi umat Nasrani yang ingin membuat Pohon Natal berbeda dari biasanya,” ujarnya.
Shelly mengatakan, keseluruhan karya mereka menunjukkan sinergi antara jurusan Desain Interior dan Desain Fashion yang harmonis. (natalia)

















