berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Emas adalah abadi, emas adalah sahabat wanita. Tak heran pameran perhiasan emas selalu dipenuhi kaum hawa. Entah sekedar melihat-lihat atau membeli untuk koleksi. Namun jarang sekali mereka pulang dengan tangan hampa. Biasanya sambil menenteng tas berisi kotak plus perhiasan idaman dengan ceria.
Hal ini juga tampak pada pameran perhiasan bertajuk Trendsetting the Jewelry World yang diadakan Untung Bersama Sejahtera (UBS) di Tunjungan Plasa Surabaya yang berakhir Minggu (04/12/2011). Selama pameran, digelar jewelry show yang ditampilkan para model. Mereka mengenakan set perhiasan yang glamor dan memikat kaum hawa.
Dewi Oktavia, Marketing Product Planner UBS, mengatakan event ini bertujuan lebih mendekatkan diri dengan masyarakat sekaligus memperkenalkan bermacam model baru perhiasan yang bakal menjadi tren pada tahun depan.
Di pameran ini dipajang ratusan model perhiasan dari emas kuning maupun putih berupa kalung, liontin, cincin, gelang dan anting-anting. Ada yang polos, banyak pula yang dipadu batuan seperti swaroski atau batu alam warna-warni.
Menurut Dewi, emas putih maupun emas kuning punya penggemar masing-masing. Perhiasan emas putih disukai wanita modern, remaja dan anak muda di perkotaan, sedangkan perhiasan emas kuning disukai oleh mereka yang berusia matang dan tinggal di kota kecil.
“Selera orang beda-beda ya. Ada yang beranggapan bukan emas kalau nggak kuning. Tapi ada yang lebih suka emas putih karena elegan,” ujarnya.
Di antara aneka model baru tersebut, ada perhiasan bertema khusus yang dilaunching yaitu Flora Series, Fruit Series dan Fauna Series. Sesuai namanya, Flora Series menampilkan koleksi perhiasan berbentuk bunga-bungaan, Fruit Serius berupa perhiasan berbentuk buah-buahan antara lain apel dan pir, sedangkan Fauna Series menampilkan koleksi perhiasan berbentuk hewan misalnya kera, lumba-lumba, angsa dan merak.
Menyambut Natal, UBS meluncurkan liontin aneka model salib yang sebagian besar dari emas putih. Namun ada pula yang dipadu emas kuning atau batuan sehingga tampak indah. Dewi menyebutkan, harganya mulai satu juta rupiah ke atas. Namun ini tak menyurutkan minat pembeli yang umumnya ibu-ibu dan wanita pekerja. Ia menambahkan, harga emas cenderung terus naik. Maka perhiasan emas yang dijual UBS mengikuti harga enas dunia. Untuk menarik minat konsumen, UBS justru meluncurkan banyak model baru.
"Model-model baru bisa menggaet konsumen dan membantu meningkatkan penjualan,” ujarnya. (natalia)

















