
berita2.com (Surabaya, Jawa Timur): Beragam busana dari bermacam bahan dalam bermacam potongan dan gaya, dipadu tata rambut dan tata rias yang serasi dan elok mewarnai The Baldest Hair & Make-up Show Part II yang digelar Arva Academy pada Selasa (08/11/2011).
Menurut Riva Tamara, Public Relation Rever Academy, show ini digelar dalam rangka kelulusan siswa. Acara demikian digelar setahun dua kali. Kali ini menampilkan karya 42 siswa yang terdiri dari 39 karya di bidang tata rias dan 5 untuk tata rambut. Ada 11 award bagi karya yang patut mendapatkannya, 9 award diantaranya untuk tata rias.
Mereka bebas mencurahkan seluruh kemampuan dalam busana, tata rambut, tata rias, sepatu dan aksesoris, sehingga penampilan para model yang membawakan karya para peserta tersebut benar-benar menarik dan patut diapresiasi.
“Karya mereka komplit dari sisi busana, tata rambut, tata rias, sepatu maupun aksesoris. Ini menunjukkan kreativitas mereka dalam mengekspresikan ide sehingga menghasilkan karya yang orisinal, unik dan menarik,” ujar Riva.
Ia menambahkan, kemampuan mereka terwujud dalam karya yang mengangkat ide dari berbagai budaya, etnis dan negara seperti Jawa, Sunda, Cina, Mesir bahkan suku Indian di Amerika. Tak ketinggalan ide yang berasal dari film dan alam seperti flora dan fauna.
Hal ini tampak misalnya pada gaun pengantin yang bukan hanya putih seperti lazimnya, namun juga dalam warna gading, emas, peach, biru, hijau, merah bahkan bergradasi. Juga busana ala tokoh Cat Woman dan Cleopatra. Ada pula busana ala merak yang indah, ala burung gagak yang serba hitam dan busana cantik yang menyampaikan pesan cinta lingkungan.
Menurut Riva, tak ada tema umum dalam show ini. Para siswa bebas berkarya dalam mewujudkan ide. Mereka dituntut kreatif agar menghasilkan karya yang tidak biasa.
Ia mengatakan, Rever Academy bukan hanya melatih ketrampilan siswa, namun juga mendorong mereka untuk berjiwa kompetitif yang berani bersaing. Untuk maju, apalagi bersaing di dunia internasional, dibutuhkan kemampuan dan hasil karya yang melebihi standar.
“Karya para siswa makin dinamis dan matang dibandingkan sebelumnya,” komentar Riva memberi penilaian. (natalia)

















