berita2.com (London): Cewek berusia 18 tahun dari Hongaria menjual keperawanannya kepada juragan dari Inggris yang menang lelang sebesar 200.000 poundsterling atau sekitar Rp 2,85 miliar. Artinya keperawanannya sudah laku terjual. Penyerahannya akan dilakukan di London, Inggris. Wanita itu, saat ini sudah berada di negerinya Pangeran Charles itu
Lelang keperawanan itu terjadi di eBay, situs lelang terbesar dunia. Gadis 18 tahun yang hanya disebut bernama Miss Spring itu sekarang sudah di Inggris guna menemui lelaki yang akan memerawaninya.
Gadis pirang nan cantik itu ingin kuliah agar menjadi dokter dan sudah memenuhi syarat untuk masuk jurusan tersebut, tetapi merasa perlu untuk membantu keuangan keluarganya.
Motif Miss Spring juga tak jauh-jauh dari alasan klasik lazimnya perempuan yang akhirnya terjun ke prostitusi.
"Keluargaku punya utang, kami tidak dapat membayarnya. Ibu saya pinjam banyak uang dalam mata uang Swiss, francs. Karena ada krisis kredit di Hongaria, utang yang membengkak tiga kali lipat jika memakai mata uang Hongaria, forints, tidak bisa dia bayar," ceritanya.
"Kami kehilangan rumah dan menjadi gelandangan. Saya ingin melunasi utang itu, makanya saya melakukan lelang ini."
"Sebetulanya uang itu (Rp 2,85 miliar) tidak banyak karena setengahnya untuk bayar pajak, tetapi cukuplah untuk membayar utang dan supaya kami lepas dari tanggungan."
Menurut Miss Spring lagi, "Saya awalnya berhubungan dengan dua penawar terakhir, pria Irlandia dan Inggris. Keduanya ingin saya datang kepada mereka. Saya pilih pria Inggris. Dia sangat simpatik dengan masalah saya."
Miss Spring menceritakan, "Kedua lelaki itu ingin menikahi saya, merawat saya dan keluarga. Tapi bagi saya, ini hal lain. Menikah dan hidup dengan seseorang itu sebuah tantangan yang saya pun tidak yakin sudah siap."
Kendati demikian, perempuan cantik itu dalam blognya tidak menuliskan bagaimana ia melanjutkan tawar-menawar itu hingga tercapai kesepakatan.
Gaya Hidup
Gadis Calon Dokter Jual Keperawanan, Laku Rp 2,85 Miliar
HUMOR SEJENAK: Singkatan Nama Calon Pimpinan KPK
Sekarang pasti orang bingung melihat nama-nama calon Pimpinan KPK, karena nama-nama calon tersebut sangat unit bila disingkat:
1. Satriyo Panji Budi Utomo (SPBU)
2. Kartiko Darma Rahmat Triaji (KDRT)
3. Narto Komar Baharudin (NARKOBA)
4. Budi Burhanudin Ahmad Yamin (BUBUR AYAM)
5. Citro Lukman Bahar (CILUKBA)
6. Hamzah Hamdani Hasibuan (HAHAHA)
Seorang Guru Ternyata Bintang Porno
berita2. com (Jakarta): Seorang guru pendidikan seks mengakui punya kerja sampingan sebagai bintang film porno. Kerja lain dari Garrett Benediktus awalnya terungkap setelah ada situs web yang mengiklankan jasanya tari telanjang, dengan nama komersil Johnny Anglais.
The Sun memberitakan ternyata selanjutnya terungkap bahwa kerja sampingan Garret alias Johnny Anglais bukan cuma stripper tapi juga bintang film porno dengan judul seperti "European Honeyz 4". Dia juga mengakui tidak selalu menggunakan kondom saat menjalani peran, padahal dia bertugas mengkampanyekan seks yang aman.
Garrett (30) telah dicopot sebagai kepala departemen oleh kepala sekolah, tapi ia mengatakan kepada The Sun: "Saya tidak malu dengan apa yang telah kulakukan. Ini adalah sesuatu yang saya lakukan dalam hidup pribadi dan tidak bertentangan dengan yang saya ajarkan kepada anak-anak."
Dia juga mengatakan ada banyak cara yang tidak bermoral untuk mendapatkan uang dari tampil di depan kamera. "Misalnya pengacara yang membela pedofilia, bankir yang menghasilkan uang dengan cara yang menimbulkan pertanyaan. "
Dia menambahkan bahwa ia tidak menggunakan kondom karena ia yakin risiko tertular dari sesama bintang porno cuma 'sedikit'. Garrett mulai membintangi film-film porno ketika ia masih mahasiswa, dengan bayaran 300 pound.
Dia mengaku senang menghasilkan uang bersama gadis-gadis cantik tapi "bertekad meninggalkan industri porno setelah mendapat sertifikat sebagai pengajar."
Ia mulai menjabat kepala Personal, Sosial, Kesehatan dan Pendidikan Ekonomi di SMA Beal High di Ilford, Essex, pada tahun 2008.
Semakin Banyak Perempuan Tak Ingin Punya Anak
berita2.com (New York): Saat ini semakin banyak perempuan memilih untuk tidak memiliki anak dibandingkan dengan tiga dasawarsa lalu, demikian laporan terbaru menyebutkan. Hampir 20 persen perempuan yang berusia lebih tua tak memiliki anak, dibandingkan dengan 10 persen pada 1970-an, kata Pew Research Center.
"Dalam beberapa dasawarsa belakangan ini, tekanan sosial untuk memainkan peran tradisional telah berkurang dalam banyak hal dan ada lebih banyak peluang bagi pilihan pribadi. Ini dapat memainkan peran dalam mengurangi tekanan buat rakyat untuk menikah dan membesarkan anak," kata D`Vera Cohn, penulis bersama laporan tersebut.
"Perempuan memiliki lebih banyak pilihan dibandingkan pada masa lalu untuk membina karir yang kuat dan menerapkan pilihan untuk tidak mempunyai anak," kata Cohn di dalam surat elektroniknya. Temuan dalam laporan itu didasarkan atas data dari "Census Bureau`s Current Population Survey" (Survei Biro Sensus Penduduk).
Cohn mengatakan, alasan lain dari meningkatnya jumlah perempuan yang tidak menginginkan anak itu adalah anak-anak dipandang oleh sebagian orang sebagai kurang penting bagi perkawinan yang berhasil. Suveri 2007 Pew mendapati bahwa 41 persen orang dewasa mengatakan anak-anak sangat penting bagi perkawinan yang baik, turun dari 65 persen pada 1990.
Satu dari lima perempuan kulit putih yang berusia 40-44 tahun tak mempunyai anak pada 2008, dibandingkan dengan 17 persen perempuan kulit hitam dan Hispanik dan 16 persen perempuan Asia. Antara 1994 dan 2008, angka perempuan kulit hitam dan Hispanik yang tak memiliki anak naik hampir sepertiga, jauh lebih tinggi daripada peningkatan 11 persen pada perempuan kulit putih.
Pendidikan juga tampaknya menjadi salah satu faktor dalam pilihan seorang perempuan untuk menjadi ibu. Semakin perempuan berpendidikan, semakin tinggi angka penolakan untuk memiliki anak.
Buat perempuan yang hanya mengantongi diploma sekolah menengah, angka itu adalah 17 persen, dibandingkan dengan 24 persen pada perempuan penyandang gelar sarjana muda.
Tetapi angka perempuan yang tak mempunyai anak telah turun pada perempuan yang memiliki gelar sarjana dari 31 persen pada 1994 jadi 24 persen pada 2008.
"Para ahli ekonomi akan memberitahu anda bahwa makin banyak perempuan yang lebih berpendidikan memiliki lebih banyak kesempatan untuk diraih secara ekonomi dengan memprioritaskan karir mereka, dibandingkan dengan perempuan yang kurang berpendidikan."
"Perempuan yang memiliki pendidikan paling tinggi juga cenderung menikah pada usia yang lebih tua dan menunda untuk mempunyai anak sampai usia mereka lebih tua lagi dibandingkan dengan mereka yang kurang berpendidikan," kata Cohn.
Kondom Perempuan Khusus Anti Pemerkosaan
berita2.com: Kekerasan seksual pada perempuan telah mengilhami penemuan terbaru kondom perempuan oleh seorang dokter di Afrika Selatan. Dokter Sonnet Ehlers merancang kondom perempuan yang dapat membuat jera pemerkosa.
Kondom yang dinamai "Rape-Axe" itu dilengkapi kait berbentuk mirip gigi. Sebagaimana disebutkan dalam Daily Mail, ide pembutan Rape-Axe telah dipikirkan empat puluh tahun lalu oleh Ehlers, saat dia berusia 20 tahun.
Ketika itu Ehlers yang berprofesi sebagai peneliti medis pernah melihat seorang korban pemerkosaan yang disebutnya seperti "mayat bernafas".
"Kalau saja di bagian pribadiku itu ada gigi," kata Ehlers menirukan ucapan korban saat itu. "Saya berjanji suatu saat akan berbuat sesuatu untuk menolong korban seperti dia," ucapnya saat wawancara dengan CNN.
Kondom "khusus" itu memiliki gigi mirip kait yang akan tersangkut di penis pemerkosa saat penetrasi. Sementara, kait hanya bisa dilepas oleh dokter. Dengan rancangan ini, Ehlers berharap si pemerkosa dapat diringkus dengan mudah.
Tak hanya itu, kondom tersebut akan membuat pelaku kesakitan, tidak bisa buang air kecil bahkan berjalan. Jika pelaku coba melepasnya, kait justru akan menancap lebih dalam. Untungnya, hal itu tidak merusak kulit dan tidak membuat cairan sperma berceceran.
Ehlers pun telah melakukan sejumlah riset dan pengembangan sebelum meluncurkan produk tersebut. Dia berkonsultasi dengan ahli teknik, ginekolog dan psikolog demi memastikan keamanan kondom. Setelah masa ujicoba, kondom itu akan dipasarkan dengan harga 1,5 pounds.
Menurut Ehlers, kondom ini cocok dipakai sebagai antisipasi bagi perempuan yang akan bepergian ke daerah berisiko. Namun tak dapat dihindari, penemuannya juga menuai kritik yang menyatakan perempuan pemakainya rentan menjadi korban kekerasan si laki-laki yang terkena "perangkap" kait kondom.
Halaman 1 dari 14
Gaya Hidup

















