Jakarta, (berita2.com):Kurs rupiah terhadap dolar AS di pasar spot antarbank Jakarta, Kamis pagi turun 10 poin menjadi Rp9.175-Rp9.185 per dolar dibanding penutupan hari sebelumnya Rp9.165-Rp9.175, karena pelaku mencoba merealisasikan keuntungan.
Pelaku pasar cenderung hati-hati untuk melepas rupiah melihat faktor positif dari pasar eksternal masih berlanjut, kata Analis Valas PT Bank Himpunan Saudara Tbk, Rully Nova di Jakarta, Kamis(11/03).
Rully mengatakan, pasar uang masih positif terhadap rupiah, namun pelaku agak ragu-ragu untuk mengikutinya, karena mereka menilai saatnya untuk melepas rupiah setelah mengalami kenaikan cukup tajam.
"Kami optimis koreksi harga terhadap rupiah diperkirakan hanya sesaat saja," ujarnya.
Faktor positif dari eksternal, menurut dia berasal dari saham-saham Wall Street yang menguat, setelah data pemerintah menunjukkan penurunan persediaan grosir dan meningkatnya penjualan, mengangkat harapan pemulihan ekonomi dan peningkatan di pasar tenaga kerja.
Karena itu rupiah pada sore nanti diperkirakan akan kembali membaik dan mampu menyentuh level Rp9.150 per dolar, ucapnya.
Menurut dia, faktor utama positifnya pasar, karena terpicu oleh aktifnya pelaku asing menempatkan dananya di pasar domestik, setelah pemerintah menyatakan pertumbuhan ekonomi kuartal pertama 2010 di atas angka lima persen.
Pertumbuhan ekonomi itu dipicu ekspor Indonesia yang membaik dan arus modal asing yang makin tinggi. Pelaku asing, lanjut dia optimis Indonesia masih merupakan pasar potensial yang harus digarap lebih jauh, karena penempatan dananya di pasar domestik cenderung menngkat.
Karena itu apabila tidak ada hambatan, maka rupiah pada sore nanti diperkirakan akan kembali menguat, ucapnya.
Rupiah kemungkinan akan mendapat hambatan untuk mendekati angka Rp9.000 per dolar, terutama dari para eksportir. Mereka khawatir apabila rupiah berada di level Rp9.000 per dolar, mereka akan kesulitan menempatkan produknya di pasar ekspor, ucapnya.(*ek)































