Jakarta (berita2.com): Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) Kamis (8/4/2010) sesi pagi ditutup melemah 47,761 poin atau 1,65 persen ke posisi 2.850,821.
Analis Riset PT Valbury Asia Securities Khrisna Dwi Setiawan mengatakan, aksi profit taking yang melanda saham-saham berkapitalisasi besar seperti BMRI, PTBA, BBRI dan SMGR menekan indeks sehingga gagal bertahan di rekor tertinggi barunya yang sempat dicapai.
"Indeks diprediksi masih akan cenderung tertekan oleh aksi ambil untung (profit taking), mengingat kondisi market global yang cukup stabil sehingga peluang terbesarnya adalah bergerak dua arah," katanya.
Ia menambahkan, pelemahan IHSG ini dinilai cukup normal mengingat IHSG sebelumnya sudah menguat cukup cepat dan tajam menembus level 2.900. Investor memanfaatkan momentum pelemahan bursa-bursa regional untuk melakukan profit taking, katanya.
Pada penutupan sesi pagi, saham yang melemah mencapai 117 dibanding yang menguat sebanyak 61 dan 76 tidak berubah. Volume perdagangan mencapai 2,886 miliar saham dari 61.497 transaksi dengan nilai Rp2,267 triliun. Bursa di kawasan Asia saat IHSG tutup bergerak negatif seperti indeks Hang Seng turun 37,18 poin (0,17 persen) ke posisi 21.891,59, Nikkei 225 melemah 116,34 atau 1,03 persen menjadi 11.175,57, dan Indeks Singapore Strait Time juga melamah 24,77 poin (0,83 persen) ke level 2.963,35.

















